RSS

Tafsir “Bismillah”

19 Mei

Tafsir “bismillaahirrahmanirahim”
Ibnu ‘Abbas berkata :”Rasulullah tidak mengetahui pemisah surah sampai turun ayat ini, بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. Sehingga para ulama sepakat bahwa ayat ini termsuk bagian dari surah an-Naml. Mereka berselisih apakah surah ini termasuk dari bagian surah atau terpisah dari surah alfatikhah, atau surah yang lain.
Fiqh Bismillah.
Ummu Salamah berkata”ketika Rasulullah saw. Membaca Basmallah pada permulaan surah al-Fatikhah dalam shalatnya. HR. Ibnu Huzaimah Dhaif
Sahabat Abu Hurairah ketika member contoh tentang sholat Nabi saw. Ia membaca keras-keras , بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم. HR. Imam Nasa’I, Ibnu Huzaimah,Ibnu Hibban dan Al-Hakim.
Imam Syafi’i:”Dari Anas ra. Ketiak sholat di madinah Mu’awiyah tidak membaca , بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم kemudian di tegur oleh sahabat yang hadir, kemudian ketika memipi sholat lagi ia membaca , بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم.
Malik:” , بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم sama sekali tidak boleh di baca, baik dengan suara keras maupun pelan. Hadis ‘Aisyah, Rasulullah memulai sholat dengan mebaca takbir dan membuka bacaannya dengan “Alhamdulillah”. HR.Muslim
Anas ra berkata:”saya sholat di belakang rasulullah, Abu Bakar, Umar, Usman, dan mereka semua memulai bacaannya dengan “alhadulillah.” HR. Bukhari dan Muslim.
Sunnah_sunnah Membaca Bismillah.
1. Disunnahkan untuk dibaca setiap kali memulai perkataan, perbuatan dan semua pekerjaaan yang memilki tujuan yang baik.
2. Disunnahkan ketiak mulai berwudhu.
3. Menyembelih binatang.
4. Ketika makan. HR. Muslim
5. Disunahkan ketika mau berkumpul(jimak). HR. Bukhari Muslim
6. Mau Khutbah
Dalam satu riwayat Imam Ahmad ,Bukhari Muslim, dikatakan bahwa suatu ketika salah seorang yang menunggang unta dengan nabi dan terpeleset ontanya, sahabat itu berkata “celakalah syaithan”binasalah syaithan, rasulullah mendenar ucapan itu berkata kamu jangan berkata seperti itu, karena syaithana akan bertambah besar, sebutlah nama Allah niscaya dia akan mengecil seperti lalat.
Dalam kitab al-Adzkar Imam Nawawy memberikan keterangan bahwa membaca bismillah adalah boleh dengan tidak menyebutkan sifat Allah yang dua atau dengan menyebutkan sifat yang dua itu, ar-Rahman- dan Ar-Rahim.
Tafsir Allah
Allah adalah nama dzat allah swt. Para ulam menyebutnya sebagai ismul’a’dzam( nama yang besar). Karena nama Allah menghimpun semua sifat-Nya, seperti yang di jelaskan dalam Qs. Al Hasr,59:22-24. Dalam Qs.7:180, Allah memiliki nama-nama yang baik, begitu juga yang terdapat dalam surah al-isra’ ,17: 110, serulah nama Alah atau ar-Rahman.
Dari sekian banyak ayat itu menunjukkan bahwa alah adalah yang memiliki nama-nama, sifat-sifat yang baik.
Tafsir Ar-Rahman dan Al-Rahim
Dua kalimat diatas adalah pecahan dari kata yang sama yaitu “Rahmah”, al-Rahman dan unruk menyatakan kelebihan. Kalimah ar-Rahman lebih luas di banding ar-Rahim demikina yang di kemukakan oleh al-Qurtubi. Mustaq (pecahan) dua kalimat itu sesuai dengan hadis dari Abdurrahman bin ‘Auf yang mendengar RAsulullah bersabda, Allah berfirman,”Aku-lah ar-Rahman, aku telah menciptakan rahim dan aku belahkan salah satu nama-KU buatnya, maka barang siapa yang menghubungkannya, niscaya aku berhubungan dekat dengannya,, dan barang siapa yang memutuskannya niscaya aku memutuskan (jauh) darinya. HR. Tirmidzi. Selanjutnya Imam al-Qurtuby memberikan komentah ini adalah dalil yang sangat kuat dan tidak terbantahkan tentang masalah ini.
Kata ar-Rahman juga hanya milik Allah tidak boleh di pakai untuk yang lain, misalnya pengakuan Nabi palsu “musailamah al-Kadzab” yang menyatakn dirinya dengan kalimat “Rahmanul Yamamah”maka Allah membuka kedok kepalsuan dan kedustaaannya, sehingga ia mendapat gelar “al-Kadzab” sang pendusta.
Dalam kitab Shahihain dari Abu Hurairah di sebutkan. “Allah memiliki 99 nama, seratus kecuali satu, barang siapa yang menghitungnya ia akan masuk surga.
Berdzikir dengan menyebut nama Allah akan membuat hati tenang, hal ini sesuai dengan Qs. Ar-Ra’du,13 :28
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

masjid al-Ihwan, 24 Mei 2011.
Maryono,MA

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2011 in Tafsir

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: