RSS

Tafsir “Alhamdulillah” dan Ar-Rahmani Ar-Rahim.

26 Mei

Tafsir Al-Hamdulillah
Ibnu Jarir menuturkan bahwa makna Alhamdulillah ialah segala syukur hanyalah dipersembahkan kepada Allah semata, bukan kepada apa yang disembah selain-Nya, juga bukan kepada semua mahkluknya, alasannya karena nikmat-Nya yang di berikan kepada semua hamba dan mahluknya tidak dapat dihitung dan anlimitied. Nikmat itu antara lain tersedianya semua sarana untuk taat kepada-Nya, kemampuan semua organ tubuh yang sanggup melaksanakan perintahnya, dan riski yang diberikan kepada semua mahluknya, oleh karena itu segala pujian hanya untuk dan bagi Allah swt dari awal sampai akhir.
Ibnu ‘Abbas menuturkan, bahwa bahwa alhamdulilah adalha kalimat yang mencukup semua jenis syukur. Selanjutnya Ibnu ‘Abbas menuturkan bahwa Alhamdulillah adalah kalimat syukur apabila seorang hamba mengatakan alhamdulilah, Allah menjawab hambaku telah bersyukur kepada-Ku. HR Abu Hatim
Ibnu ‘Abbas ra. Menuturkan, bahwa :”Sahabat Umar ra. Pernah berkata,”kami telah memahami makna kalimat Subhanallah, laaillahaillah, dan Allahuakbar, maka apakah makna Alhamdulillah itu? Jawab ‘Ali ra. “itu merupakan kalimat yang dipilih oleh Allah untuk memuji dzat-Nya. HR Abu Hatim.
Selanjutnya sahabat Ali juga menuturkan bahwa Alhamdulillah adalah kalimat yang paling dicintai Allah untuk dirinya, ridho untuk dirinya, dan kalimah yang disukai Allah jika kamu mengatakan.
Riwayat yang lain datang dari Ibnu Jarir, bahwa Rasulullah bersabda, “Allah sangat senang untuk selalu di puji.” HR Nasa.i,
Dari Jabir bin ‘Abdullah ra. Menuturkan, bahwa Rasulullah saw. Bersabda, Dzikir yang paling adalah laa illaha illahha, dan doa yang paling utama adalah alhadulillah. HR Tirmidzi beliu menyatakan bahwa hadis ini hasan gharib.
Selanjutanya sahabat Anas bin Maalik mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda;”tidak sekali-kaliAllah memberikan suatu nikmat kepada seorang hamba, lalu hamba itu mengucapkan :Alhamdulillah, melainkan, apa yang di berikan oleh Allah (pahala)lebih baik daripada apa yng diterima. HR. Ibnu Majah.
Anas ra juga meriwayatkan , bahwa Nabi saw. Bersabda” seandainya dunia berikut isisnya berada ditangan seseorang dari ummatku kemudian ia membaca Alhamdulillah , niscaya kalimat itu (Alhadulillah) yang ucapkan itu lebih baik dari dunia dan isinya. Imam al Qurtuby menjelaskan maksud hadis diatas bahwa, ilham petunjuk, serta kenikmatan Alhadulillah lebih baik dari pada nikmat dunia, karena pahala Alhamdulillah tidak akan hilang, tetap abadi, sementara nikmat dunia akan hilang ,rusak, dan habis intinya nikmat dunia tidak ada yang abadi. Hal ini sesuai dengan Qs. 18:46.
Ibnu Umar ra. Mengatakan bahwa rasulullah saw. Pernah bercerita:”ada seorang hamaba Allah mengucapkan doa:”Ya allah segala puji bagi-Mu sebagaimana yang layakbagi kebesaran dzat-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu kalimata ini menyulitkan bagi kedua malaikat pencatat amal manusia, sehingga malaikat itu tidak tahu bagaimna mencatattnya (pahala) lalu kedua malaikat naik menghadap kepada Allah dan berkata:”Ya tuhan kami, sesungguhnya ada seorang hamba menucapkan,pujian yang kami tidak tahu bagaiman mencatatnya. Allah bertanya:”dia maha mengetahui apa yang diucapkan hambanya. Apakah yang diucapkan hambaku? Jawab kedua malaikat itu:”ya Tuhan-KU ia mengucapkan ……..Allah berfirman kepad kedua malikat itu catatlah sam dengan yang dia ucapkansampai ia menghadap kepada-KU, maka aku akan memberikan balasann pahalanya. HR. Ibnu Majah.
Tafsir Rabb
Rabbun artinya adalh pemilik, yang berhak sepenuhnya.” Juga berarti “majikan yang memelihara serta menjamin kebaikan dan perbaikan. Kata raab tidak pulah digunakan selain hanya untuk Allah, rabb boleh di gunakan kalau dihubungkan dengan kalimat yang lain misanya “raab al-Dar, rab al-Bait dll.
Tafsir ‘Aalamin
‘Alamun artinya adalah segala sesuatu selain Allah”. Maka Allah adalah raab dari semua alam itu, yang artinya pencipta sekaligus memelihara, memperbaiki, dan menjamin, sebagaimana dalam Qs, Syuara,26:23-24:
                
Al-‘Alama adalah pecahan dari kata ‘Alamah tanda, karena alam ini adalah tanda adanya Allah swt. Yang menciptakan.
Ibnu ‘Abbas menuturkan الحمد لله رب العالمين adalah segala puji bagi Allah yang telah menciptakan segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi, apa yang ada diantara keduanya, dan apa yan ada diantara keduanya dari apa yang kami ketahui dan dari yang kami tidak ketahui. Dilain riwayat disebutkan oleh sahabat Said ibnu Jubair bahwa raabul jin wal insi. Tuhanya manusia dan jin.

Tafsir Ar-Raman Ar-Rahim
Ibnu kasir menjelaskan tafsir ayat ini sudah dibicarakan di ayat sebelumnya.. (bismillah ) sehingga tidak usah diualngai, hanya saja beliu menambahkan satu riwayat hadis Nabi:
وفي صحيح مسلم عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” لو يعلم المؤمن ما عند الله من العقوبة ما طمِع بجنّته أحد ولو يعلم الكافر ما عند الله من الرحمة ما قَنَطَ من جنّته أحد “
“Andaikan orang mukmin mengetahui apa yang ada disis Allah berupa siksaan , niscayatidak seorangpun yang tamak menginginkan syurganya. Seandainya orang kafir mengetahui apa yang ada disisi Allah berupa rahmat, niscaya tiada seorangpun pututs asa dari Rahmat-Nya.” HR. Muslim
Ibnu kasir juga menyatakan bahwa Ar-Rahman adalah Allah memberikan nimat yang besar-besar, Ar-Rahim adalah nikmat yang halus sehingga tidak terasa padahal nikmat itu besar, dan semua nikmat Allah besar, hanya saja ada yang berupa langit, bumi, matahari rembulan, dan ada yang berupa pendengaran,penglihatan panca indra dan yang lainnya. Singkatnya kalau kita mau berusaha menghitung nukmat allah niscaya tidak akan sanggup.
Kita dianjurkan untuk merenungi apa yang diberikan Allah kepada kita sehingga kita menjadi hamba yang bersyukur, matahari, udara adalah nikmat yang sangat besar sehingga kita tidak pernah merenung kalau matahari itu tidak ada misalnya apa yang terjadi? Atau kalau ia tidak terbit sehari saja berapa juta orang meninggala dunia karena membutuhkan energy ini? Dst…wslam

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Mei 2011 in Tafsir

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: