RSS

Orang Munafik Tafsir al-Baqarah ayat 8-9

12 Jul

Tafsir al-Baqarah 8-9
ORANG MUNAFIQ (Qs. Al-Baqarah 8-9)

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ (8) يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Tafsir ayat 8
Mulai ayat ini dan seterusnya akan berbicara tentang orang munafiq, siapa mereka, bagaimana sikap mereka, adzab mereka dan yang lain-lain yang berhubungan dengan orang munafiq.
Imam al Qurtuby dalam tafsirnya meriwayatkan:

Ibnu Juraij meriwayatkan dari Mujahid, dia berkata, “Empat ayat dari surah Al Baqarah turun kepada orang-orang yang beriman, dua ayat tentang sifat orang-orang kafir, dan tiga belas pada orang-orang munafik”

Ulama kita –semoga Allah merahmati mereka- berkata,

“Orang yang beriman itu ada dua : orang yang beriman yang dicintai Allah juga dibimbing-Nya, dan orang yang beriman yang tidak dicintai Allah juga tidak dibimbing-Nya, justru dibenci dan dimusuhi-Nya. Setiap orang yang Allah ketahui bahwa dia memilih keimanan maka Allah mencintai, membimbing dan meridhainya, dan setiap orang yang Allah ketahui bahwa dia memilih kekufuran maka Allah benci, murka dan memusuhinya. Bukan karena keimanannya, akan tetapi karena kekufuran dan kesesatan yang dipilihnya.

Orang kafir pun ada dua : orang kafir yang pasti disiksa, dan orang kafir yang tidak disiksa. Orang kafir yang disiksa adalah orang yang menetapi kekufuran. Oleh karena itulah Allah murka dan memusuhinya. Sedangkan orang kafir yang tidak disiksa adalah orang yang memilih keimanan. Allah tidak murka terhadap orang ini, bahkan Dia cinta dan akan membimbingnya. Bukan karena kekufurannya, akan tetapi karena keimanan yang dipilihnya.

Berdasarkan hal diatas maka tidak boleh mengatakan perkataan berikut :

Orang yang beriman pasti mendapatkan pahala dan orang kafir pasti mendapatkan siksa. Akan tetapi wajib mengiringi perkataan itu dengan, “Jika dia memilih dan menetapinya.” Karena itu kami pun berkata, “Sesungguhnya Allah ridha kepada Umar ketika dia masih menyembah berhala dan dia ingin mendapatkan pahala juga untuk masuk surga. Bukan karena penyembahannya kepada berhala, akan tetapi karena keimanan yang dipilihnya. Sebaliknya, Allah murka kepada Iblis ketika dia menyembah Nya, karena kekufuran yang dipilihnya.

Bukti kebenaran pendapat ini adalah kesepakatan umat bahwa Allah tidak senang kepada orang yang Dia ketahui termasuk ahli neraka, bahkan Dia murka terhadapnya, dan dia dengan kepada orang yang Dia ketahui termasuk ahli surga.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung pada akhirnya” (HR Bukhari).

Imam Qurthubi berkata, “Hal ini sama seperti yang termaktub dalam Shahih Muslim dan lainnya dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata,

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian diawali penciptaannya di dalam rahim ibunya selama empat puluh hari. Kemudian selama itu juga menjadi segumpal darah. Kemudian selama itu juga menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengirim seorang malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya. Malaikat itu juga diperintahkan dengan empat kalimat, yakni menetapkan rezeki, ajal dan amalnya, serta celaka atau bahagia. Demi Dzat yang tidak ada tuhan melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amal ahli surga hinggga tidak ada jarak antaranya dan surga kecuali satu hasta, namun ketentuan telah mendahuluinya, maka diapun beramal dengan amal ahli neraka, lalu diapun masuk ke dalam neraka. Sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amal ahli neraka hingga tidak ada jarak antaranya dan neraka kecuali satu hasta, namun ketentuan telah mendahuluinya, maka diapun beramal dengan amal ahli surga, lalu diapun masuk ke dalam surga” (HR Muslim)

Para ulama bahasa berkata, “Orang munafik disebut munaafiq, karena menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya. Sama seperti rayap yang merusak bagian dalam kayu. Bagian luarnya bagus, padahal bagian dalamnya kosong melompong. Begitulah orang munafik, luarnya iman namun batinnya kufur.
Sementara ibnu Kasir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa munafiq itu ada bermacam-macam:

Ta’rif munafiq secara etimologi adalah adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan.
Selanjutnya Ibnu kasir menjelaskan macam-macam munafiq:

Pertama, nifaq I’tiqadi (dalam keyakinan), yang menjadikan pelakunya kekal di Neraka.

Kedua, nifaq ‘amali (berupa perbuatan) yang merupakan salah satu dosa besar, sebagaimana akan dirinci pada pembahasan khusus insya Allah.

Ibnu Juraij berpendapat bahwa orang munafik itu senantiasa bertentangan antara ucapan dan perbuatannya, antara yang tersembunyi dan yang nyata, serta antara zhahir dan yang bathin.
Yang menjadi pembahasan juga bahwa kenapa sifat-sifat munafiq ada di kota madinah(albaqarah madaniyah), karena memang di Makkah tidak ada orang munafik yang ada sebaliknya, kafir, musrik dll.
Orang munafik dalam ayat ini adalah orang munafik yang dating dari suku A’us dan Khazroj, suku terbesar dan paling berpengarauh pada waktu itu, demikian pendapat yang di sampaikan Abu ‘aliyah, qotadah al-Hasan Basri dan al-Saddy.

Ayat Allah SWT diatas mengingatkan sifat-sifat orang-orang munafik agar kaum mukminin tidak terpedaya oleh penampilan mereka, karena kelengahan dalam hal ini akan mendatangkan bahaya yang besar, jika tidak berhati-hati terhadap mereka. Jangan sampai kaum mukminin beri’tiqad bahwa orang-orang munafik itu beriman, padahal sebenarnya mereka kafir. Mereka mengucapkan pengakuan itu tanpa bukti yang nyata, sebagaimana firman Nya: “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, seraya berkata, ‘Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah. ‘ Maka Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya” (QS Al Munafiquun:1)

Firman Allah “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman” dengan menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran, hal ini terjadi karena kebodohan mereka. Mereka menyangka Pertama, telah menipu Allah dengan ucapan itu. Kedua, mengira bahwa ucapan itu bermanfaat di sisi Allah. Ketiga, menganggap bahwa perkataan mereka itu akan laris diterima, sebagaimana pernyataan mereka itu sempat diterima oleh sebagian kaum muslimin.

Tafsir Ayat 9
Tiga sangkaan itu dibalas oleh Allah SWT dengan firman Nya, “Padahal mereka hanya menipu dir sendiri sedang mereka tidak menyadarinya: (QS Al Baqarah:9).

Dengan tindakan itu mereka hanya menipu diri mereka sendiri karena mereka tidak menyadarinya sebagaiman firmanNya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka” (QS An-Nissa:142)

Tentang ayat 8 dan 9 ini Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah bahwa sebagian dari sifat-sifat orang munafik yang sangat banyak adalah ahlaknya tercela, membenarkan dengan lisan tetapi mengingkarinya dengan hati serta bertentangan dengan perbuatan. Pada pagi hari ia berada dalam suatu keadaan tetapi disore hari ia berada dalam keadaan lain. Sore hari dalam suatu keadaan dan pada pagi harinya pun berubah, seperti bergoyangnya kapal yang ditiup angina, kemana angin bertiup ke situlah ia mengarah.
Imam Syaukani dalam fathul Qadir mengatakan bahwa yang dimaksud menipu adalah ‘menipu diri mereka sendiri’ adalah bahwa mereka dibuai oleh angan-angan batil, sehingga begitulah angan-angan itu membuai mereka.
Pendapat yang sama juga disampaikan ibnu Kasir bahwa mereka seakan akan bias menipu Allah dengan ucapannya itu. Padahal tidak demikian halnya. Banyak ayat yang menyatakan dan menjelaskan bahwa mereka beranggapan bias menipu allah padahal tidak.
Wslam
Muhammadmaryono.wordpress.com
Muhammad_maryono@yahoo.com
Bekasi, 1 Juli 2011.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 12 Juli 2011 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: