RSS

Hati-Hati Dengan Nonton Bola Malam Hari

02 Jun

Allah swt. Memerintahkan kepada kita agar mementingkan adanya waktu malam. Waktu malam adalah waktu yang luar biasa bagus dan sangat berguna bagi orang-orang yang beriman. Coba kita renungkan dari sekian banyak ayat dalam al-Quran selalu disebutkan waktu malam baru kemudian siang. Sudah pasti ini bukan karena kebetulan tetapi memang ada rahasianya bagi orang-orang yang beriman, bertaqwa, dan cerdas. Berikut ini beberapa surah dalam al-Qur’an yang menyebutkan waktu malam. Surah an-Naba, al-Muzammil, al-Lail, ad-Duha,dana banyk lagi.
Sepekan yang lalu tepatnya tanggal 27-05-09 semua mata tertuju pada acara akbar yaitu final liga “CHAMPION” acara ini ditayangkan jam 1.30 malam wib. Yang menjadi luar biasa adalah semua orang minimal yang saya kenal mulai dari yang khafidz al-Qur’an, DIRUT perusahaan, temen ustadz, temen main bola dan banyak lagi yang tidak kami sebutkan mereka dalam waktu bersamaan bercerita tentang bola tadi malam. Saya tidak mendapati mereka cerita sholat qiyamu al-Lail berapa rekaat, dzikir berapa ribu tetapi semua bicar bola. Jujur saya ingin mengatakan bahwa nonton bola boleh dan hal wajar dan biasa. Melalui tulisan ini saya ingin mengajak kepada saudara seiman dan satu kitab suci al-Qur’an untuk bersikap sebagaimana islam menganjurkan kepada kita bahwa hal-hal yang tidak berguna harus diminimalisasi.
Pada kesempatan ini kita akan menjelaskan tentang firman Allah dalam surah as-Sajdah ayat ke 16.
           
16. lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.
Para ulama ahli tafsir berbeda mengenai “lambung mereka jauh dari tempat tidurnya” ada yang berpendapat bahwa mereka sholat waktu antara Magrib dan sholat Isya tidak boleh tidur, ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah waktu sepertiga malam untuk menunaikan sholat tahajud.
Ulama yang berpendapat sholat antara magrib dan Isya. Dianataranya adalah sahabat Qatadah, dan Anas ra., yang datang dari berbagai riwayat yang jumlahnya banyak sekali.
قال قتادة، قال أنس في قوله:(كانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْل مَا يَهْجَعُونَ) قال: كانوا يتنفَّلون فيما بينالمغرب والعشاء، وكذلك(تتجافى جنوبهم) قال: ثنا ابن أبي عديّ، عن سعيد، عن قَتادة، عن أنس في قوله:(تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ المَضَاجِعِ) قال: يصلون ما بين هاتين الصلاتين.
حدثني عليّ بن سعيد الكنديّ، قال: ثنا حفص بن غياث، عن سعيد، عن قَتادة، عن أنس(تَتَجَافَى جُنُوبهُم عَنِ المَضَاجِعِ) قال: ما بين المغرب والعشاء.
حدثني محمد بن خلف، قال: ثنا يزيد بن حيان، قال: ثنا الحارث بن وجيه الراسبي، قال: ثنا مالك بن دينار، عن أنس بن مالك، أن هذه الآية نزلت في رجال من أصحاب النبيّ صلى الله عليه وسلم، كانوا يصلون فيما بين المغرب والعشاء(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ).
حدثنا ابن وكيع، قال: ثنا محمد بن بشر، عن سعيد بن أبي عروبة، عن قَتادة، عن أنس(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ) قال: كانوا يتطوعون فيما بين المغرب والعشاء.
قال: ثنا أبي، عن سفيان، عن رجل، عن أنس(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ) قال: ما بين المغرب والعشاء.
حدثنا بشر، قال: ثنا يزيد، قال: ثنا سعيد، عن قَتادة(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ) قال: كانوا يتنفَّلون ما بين صلاة المغرب وصلاة العشاء.
Itulah riwayat-riwayat yang bersumber dari sahabat Qatadah dan sahabat Anas bin Malik. Bahwa menurut mereka sholat yang dilakukan oleh orang itu adalah sholat sunnah (tanaful) antara sholat magrib dan isya’.

Adapaun ulama yang berpendapat bahwa itu adalah untuk sholat malam (tahajud ) adalah al-Hasan, Ibu Zaid, dan Mujahid,
حدثنا بشر، قال: ثنا يزيد، قال: ثنا سعيد، عن قَتادة، عن الحسن(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ) قال: قيام الليل.
حدثني يونس، قال: أخبرنا ابن وهب، قال: قال ابن زيد في قوله:(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ) قال: هؤلاء المتهجدون لصلاة الليل.
حدثني محمد بن عمرو، قال: ثنا أبو عاصم، قال: ثنا عيسى، وحدثني الحارث، قال: ثنا الحسن، قال: ثنا ورقاء، جميعا عن ابن أبي نجيح، عن مجاهد قوله:(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ) يقومون يصلون من الليل.
Ada juga ulama yang berpendapat bahwa ayat ini adalah untuk orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah baik dengan cara berdiri, duduk, sholat, ketika bangun dari tidur dan mereka tidak pernah berhenti dari dzikir kepada Allah. Yang berpendapat seperti ini adalah az-Dhahaq, dan Ibnu Abbas,

حُدثت عن الحسين بن الفرج، قال: سمعت أبا معاذ يقول: اخبرنا عبيد، قال: سمعت الضحاك يقول في قوله:(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُم خَوْفا وَطَمَعا): وهم قوم لا يزالون يذكرون الله، إما في صلاة، وإما قياما، وإما قعودا، وإما إذا استيقظوا من منامهم، هم قوم لا يزالون يذكرون الله.
حدثني محمد بن سعد، قال: ثني أبي، قال: ثني عمي، قال: ثني أبي، عن أبيه، عن ابن عباس قوله:(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ …) إلى آخر الآية، يقول: تتجافى لذكر الله، كلما استيقظوا ذكروا الله، إما في الصلاة، وإما في قيام، أو في قعود، أو على جنوبهم، فهم لا يزالون يذكرون الله.
Ibnu Jarir at-Thabari dalam tafsirnya memberikan tarjih (pendapat yang benar menurut dirinya) bahwa Allah swt memberikan sifat kepada orang-orang ynag bisa menjauhkan lambung-lambung mereka dari tempat tidur mereka untuk sibuk dengan berdzikir kepada Allah dengan cara berdoa, ibadah kepadanya dengan penuh harap dan cemas, dan yang demikian itu dilakukan pada waktu malam, dan kebanyakan orang yang maumeletakkan lambunganya pasti pada waktu malam, sehingga perintah ini untuk waktu malam bukan siang hari
Disamping itu at-Thabari juga menjelaskan bahwa dengan sholat tahajud itu lebih baik bagi dia, hal ini karena ada hadis yang bersumber dari sahabat Mu’ad bin Jabal ra. yang secara spesifik dan tegas menyatakan tentang sholat tahajud.

عن معاذ بن جبل، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال له: “ألا أدلُّكَ عَلى أبْواب الخَيْرِ: الصَّوْمُ جُنَّةٌ، والصَّدَقَةُ تُكَفِّرُ الخَطِيئَةَ، وَقِيامُ العَبْدِ في جَوْفِ اللَّيْلِ” وتلا هذه الآية(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفا وَطَمَعا ومِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ) “.
Dari sahabat Mu’ad bin Jabal ra.sesungguhnya Rasulullah bersabda:”maukah kamu saya tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sodaqah adalah menghapuskan kesalahan, dan bangunnya seorang hamba pada pertengahan malamkemudian rasulullah membaca ayat ini sampai selesai.
Menurut hemat penulis bahwa yang lebih benar bahwa kita harus bangun malam untuk melakukan dzikir kepada Allah swt. Agar kita menjadi orang-orang yang memeliki drajat tinggi di sisi-Nya.
Imam Al-Qurtubi menjelaskan dalam tafsirnya bahwa ada hadis mutafaq alaihi tentang ikatan syetan pada waktu malam. Berikut ini riwayat selengkapnya :
” يَعقِد الشيطانُ على قافية رأس أحدكم إذا هو نام ثلاث عُقَد ، يضرب على كل عُقْدَة مكانها : عليك ليل طويل فارقد . فإن استيقظ فذكر الله انحلت عُقْدة ، فإن توضأ انحلت عُقْدة ، فإن صلّى انحلت عُقَده كلّها ، فأصبح نشيطاً طيّب النفس ، وإلا أصبح خبيث النفس كسلان ”
Rasulullah bersabda:” Syaithan akan mengikat diatas kepala kalian tiga ikatan ketika salah satu dari kalian tidur, tiap-tipa ikatan akan mengikat dengan kencang pada tempatnya sambil berkata:”kamu memiliki malam panjang tidurlah dengan pulas”. Maka jika kamu bangun (mendusi, ngelilir) lalu mengingat Allah maka akan lepas satu ikatan, jika kamu berwudhu maka akan terurai ikatan yang kedua, dan jika kamu mendirikan sholat maka akan lepas semua ikatan syithan semuanya, maka dirimu pari harinya akan cekatan (trengginas, b.jawa) dan jiwa kamu akan bersih dan baik, dan jika kamu tidak bangun malam maka kamu akan busuk hatinya dan peranggainya dan kamu memiliki sifat malas.
Dan hadisnya ‘Abdullah ibn Mas’ud ia berkata
وحديث عبد الله بن مسعود قال : ” ذكر عند النبيّ صلى الله عليه وسلم رجل ينام الليل كلّه فقال : «ذلك رجل بال الشيطان في أذنيه»
Disebutkan disisi Nabi saw laki-laki yang tidur semalam suntuk maka nabi Bersabda:”itu adlah laki-laki yang telinganya dikencingi syithan
وفي الصحيح واللفظُ للبخاري : قال عبد الله بن عمرو : وقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” يا عبد الله لا تكن مثَل فلان ، كان يقوم الليل فترك قيام الليل ”
Dan dalam Shahih Bukhari:” telah berkata ‘Abdullah bin ‘Umar :” telah berkata kepadaku Rasulullah saw., :”wahai ‘Abdullah janganlah kamu seperti fulan (nama seseorang yang tidak diketahui) ia bangun malam maka ia meninggalkan qiyamu al-Lail.
Dari uraian diatas kita dapat mengambil pelajaran dan hikamh sebagai berikut:
1. Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu berusaha bangun malam untuk beribadah dengan cara berdo’a, berdzikir, atau dengan cara sholat.
2. Bahwa bangun malam adalah pekerjaan yang berat kalau kita tidak berusaha sekuat mungkin maka kita tidak akan bisa bangun malam.
3. Orang yang bisa bangun malam dia minimal akan memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya hatinya baik dan luas pemikirannya, mudah semua urusannya, yang kedua dia akan selalu cekatan dalam menyelesaikan semua urusannya.
4. Sebaliknya orang yang tidak bisa bangun malam atau waktu malamnya habias maka orang itu akan malas dalam pekerjaannya, dan hatinya busuk,buruk dan sempit pemahammannya.
5. Bangun malam adalah sunnah jangan samapi kita seperti kata Nabi melakukan qiyamu al-Lail tetapi menunggalkan sholat subuh berjamaah.
Demikian yang dapat ana sampaikan banyak kekurngan mohon koreksi dan bimbingannya. Wsslam.
Informasi bahwa data yang ada dalam tulisan ini diambil dari kitabnya, Ibnu Jarir at-Thabari dan Tafsir al-Qurtuby.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Juni 2009 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: