RSS

Sholat Dhuhur Boleh Diakhirkan

03 Jun

Mengakhirkan shalat dhuhur sampai cuaca menjadi dingin.
تعجيل الظهر وتأخيرها (قال الشافعي) رحمه الله تعالى وتعجيل الحاضر الظهر إماما ومنفردا في كل وقت إلا في شدة الحر فإذا اشتد الحر أخر إمام الجماعة الذي ينتاب من البعد الظهر حتى يبرد بالخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبرنا سفيان عن الزهري عن سعيد بن المسيب عن أبى هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ” إذا اشتد الحر فأبردوا بالصلاة فإن شدة الحر من فيح جهنم
Imam Syafi’I berkata:” menyegerakan sholat dhuhur baik dengan berjama’ah atau sendiri adalah suatu keharusan, kecuali dalam kondisi panas terik yang luar biasa, apabila panas yang luar biasa itu maka imam(rawatib) harus mengakhirkan jama’ah dhuhur sampai waktu agak dingin. Hal ini karena ada hadis yang bersumber dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda:”ketika panas terik yang luar biasa maka tunggulah sampai cuacanya dingin, karena panas yang luar biasa itu adalah dari percikan jahannam. Kitab al-Umm, Imam Syafi’I, juz 1,hlm.93
Memang masalah ini belum meng-indonesia-oleh karena itu apabila kita memahami hadis tersebut maka manfaatnya akan luar biasa. Dalam fiqh ada aturan bahwa berwudhu menggunakan air yang di panaskan hukumnya adalah makruh (dibenci). Larangan ini bukan tidak beralasan karena kalau kita berwudhu dengan air yang di panaskan maka akan menyebabkan pernyakit belang-belang.
Shalat sendirian setelah ketinggalan berjamaah
Berikut ini adalah salah satu masalah dalam hokum sholat berjamah yang juga belum meng-Indonesia- bahwa apabila seseorang ketinggalan berjamah dalam satu masjid jami’ maka hendaknya ia datang ke masjid dan lebih baik sholat dengan sendirian, apabila ia sholat berjamah memang tidak masalah akan tetapi menurut imam syafi’I hal itu tidak pernah dilakukan oleh ulam salaf pada masanya bahkan hal itu dianggap aneh oleh ulama dahulu. Berikut ini peryataan imam syafi’I selengkapnya:”
وكل جماعة صلى فيها رجل في بيته أو في مسجد صغير أو كبير قليل الجماعة أو كثيرها أجزأت عنه والمسجد الاعظم وحيث كثرت الجماعة أحب إلى وإن كان لرجل مسجد يجمع فيه ففاتته فيه الصلاة فإن أتى مسجد جماعة غيره كان أحب إلى وإن لم يأته وصلى في مسجد منفردا فحسن وإذا كان للمسجد إمام راتب ففاتت رجلا أو رجالا فيه الصلاة صلوا فرادى ولا احب أن يصلوا فيه جماعة فإن فعلوا أجزأتهم الجماعة فيه وإنما كرهت ذلك لهم لانه ليس مما فعل السلف قبلنا بل قد عابه بعضهم
Ini adalah masalah fiqh yang orang boleh berbeda pendapat akan tetapi perbedaan yang memiliki dasar dan dalil adalah ciri bahwa orang tersebut berilmu. Apabila kita berbeda dalam sebuah pendapat maka sampaikan saja dalilnya lalu berikanlah kepada siapapaun untuk memilih pendapat tersebut, setuju apa tidak setuju. Wallahu a’lam bi al-shawab
Wassalam

M.Maryono

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Juni 2009 in Fiqih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: