RSS

Tercepat dan Terbaik

10 Jun

Dalam kaidah bahasa Arab ada yang namanya “‘Af’alu tafdzil” yang artinya adalah untuk menyatakan makna ter, paling. misalnya ada kata kaya, ketika ditambahi kata ter menjadi terkaya, pintar menjadi terpintar dan seterusnya. Sekarang ini semua orang lagi dibawa kepada pilihan orang-orang ynag paling cocok untuk memimpin negeri ini, misalnya pasangan JK-WIN dengan sloganya” lebih cepat labih baik” seakan akan slogan ini memiliki arti terbaik dan tercepat. SBY-Budiono dengan Ter….us berjuang untuk rakyat lanjutkan, sama bahasa mereka juga menggunakan kata ter… artinya mereka juga ingin menjadi yang ter..us berjuang untuk rakyat sementara pasangan MEGA_PRO dengan slogan palin pro dengan wong cilik.
Semua yang mereka katakan itu adalah dalam rangka untuk menarik hati para pemilih di pilpres tanggal 8 juli mendatang, wajar ketika slogan harapan dan mencari simpati sebanyk-banyaknya mereka lakukan untuk menjadi orang ter…. Depan dalam negeri ini.
Dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan dan menkaji tafsir surah 4:123-124 yang didalamnya mengandung kaidah yang luar biasa dan akan membawa kepada akhlaq yang luhur seperti Rasulullah saw. Jika kata mau membacanya dan merenunginya
Firman itu terbunyi:
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong[353] dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
Al-Wahidi dalam kitabnya menjelaskan sabab turunya ayat diatas adalah orang Yahudi dan Nasrani berkata tidak akan masuk Syurga selain dari kami, semenrata orang Qurais berkata kami tidak akan dibangkitkan, lalu turun ayat ini. Riwayat Ibnu ‘Abbas
Riwayat yang lain, orang-orang Nasrani saling menyombongkan diri dengan orang muslim dengan berkata bahwa kami lebih mulia atau termulia, lalu Allah menegaskan kemulian itu tidak menurut angan-angan mereka akan tetapi sesuai dengan amal mereka. Riwayat Masruq
Dalam riwayat lain ada tiga kelompok yang saling menyobongkan diri, yakni Yahudi, Nasrani dan orang-orang Islam yang sedang duduk-duduk dan saling menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang paling mulia. Riwayat Ad-Dhahq, al-Sudi dan Abi Sholeh.
Bahwa dalam kontek kita saat ini bayak sekali orang yang suka menjastivikasi golongan, kelompok, aliran dan lain-lain yang banyak kita jumpai dimana-mana. Misalnya kelompok celana ngatung mencaci orang yang pakai sarung salah, orang yang bertasbih pakai biji-bijian juga salah, maulid Nabi salah, dan banyak lagi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang sarungan itu kata yang celananya ngatung.
Padahal salah benar, masuk Syurga apa Neraka bukan menurut mereka dan apalagi prasangka mereka. Karena dalam agama islam masuk Syurga dan atau Nereka seseorang tidak diukur dari hal-hal sepele seperti itu. Kita bisa baca banyak kitab yang mencjelaskan tentang hal perselisihan diantara ulama tentang contoh-contoh yang saya sebutkan.
Jadi menurut hemat kami kalau kita kembali kepada ayat diatas bahwa menilai diri sendiri paling bersih, nyunnah, mulia ,baik dan paling akan masuk syurga adalah klim-kliam yang tak berdasar kalau tidak mau dikatakan ngawur.
Kedua, bahwa menjastivikasi diri sendiri adalah akhlak orang-orang Yahudi dan Nasrani dan itu tidak boleh kita lakukan setelah turun ayat ini. Jadi yang akan menentuka mulia dan tidaknya seseorang karena amal perbuatannya seperti apa. Baik apa tidak dihadapan Allah kelak.
Ketiga, andaiakata klam-klaim itu benar yang pasti tidak ada dalil untuk menyakiti hati orang lain, kelompok , golongan dan lain-lain.
Kita tidak boleh merasa paling benar, dan baik karaena semua itu hanya perasaan kita saja. Berharaplah kepada Allah dan bertaubatlah dari klaim-klaim menyesasatkan itu. Bacalah banyak kitab, buku dan carilah banyak guru sebagaimana yang dilakuka oleh ulama-ulama sebelum kita.
Terakhir saya hanya mengingatkan bahwa dalam konsep agama kita Islam yang ada Cuma dua hal yaitu konsep Khauf dan Roja’(takut kepada Allah dan berharap kepadanya dan bukan memastikan. wsalam

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Juni 2009 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: