RSS

Wanita dan Islam

10 Jun

KEINGINAN ISLAM
Terhadap Wanita Muslimah
M. Maryono Sutari, SH.I, MA.

Islam benar-benar menginginkan kebaikan bagi wanita muslimah, hal ini ditunjukkan dengan syari’atnya yang mulia. Tidak ada yang menempatkan wanita dengan begitu mulianya selain Islam. Sungguh wanita dalam kemuliaan dan kehormatan yang tinggi jika mereka tidak meragukan sedikitpun semua ketentuan Islam, karena pada hakikatnya Islam hanyalah menginginkan kebaikan bagi mereka di dunia maupun di akhirat.
Berikut keinginan-keinginan Islam terhadap wanita muslimah
1. Islam menginginkan wanita menjadi sekutu bagi suaminya yang mukmin, membantu dakwahnya, memberinya semangat dalam bekerja dan berjihad, serta bersabar terhadap perintahnya yang tidak disenangi. Khodijah berkata kepada Rasulullah S ketika beliau merasa ketakutan saat menerima wahyu yang pertama kali, “Demi Allah, jangan engkau takut, Allah tidak akan mengucilkanmu selamanya. Sesungguhnya engkau adalah penyambung tali kekerabatan, memuliakan tamu, meringankan beban semua orang dan suka menolong orang-orang yang tertimpa musibah.”
Qs.(33)36:
         •             •   
. dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.
2. Islam menginginkan wanita tinggal di rumahnya untuk mendidik anak-anaknya, bersikap lembut pada suami, bersikap sopan dan menghindari hal-hal yang dilarang Allah.
        
“Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An-Nisa’: 34).
Dalam ayat yang lain Allah juga menegaskan,Qs.Al-ahzab (33):34:
          •    • 
dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui.
3. Islam menginginkan wanita memiliki ilmu pengetahuan dan mengamalkannya serta mengajarkannya kepada kaum wanita. Aisyah ra adalah salah seorang mujahid wanita. Banyak tokoh sahabat Rasul datang dan bertanya kepadanya dan ia menjawabnya dari balik hijab. Sering Aisyah ra mengoreksi perkataan sahabat. Jika sahabat mengetahui hal itu dari Aisyah, maka mereka merujuk perkataannya. Banyak wanita yang berkunjung ke rumahnya dan belajar darinya. Salah seorang dari mereka ialah wanita Mahzumi yang tangannya dipotong karena mencuri. Selain Aisyah, istri-istri rasul yang lain juga menyampaikan kepada para wanita hukum-hukum agama dan hadits Rasulullah S.
4. Islam menginginkan wanita memiliki agama yang kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh dan terjerumus dalam kesesatan. Sebagai contoh, istri Fir’aun yang mengalami siksaan berat dari suaminya, namun siksaan tersebut tidak membuatnya goyah. Ia tetap teguh pada agamanya hingga ketika ia disalib berkata: “ Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.”(QS. At-Tahrim: 11).
5. Islam menginginkan wanita jujur dalam membina kehidupan bersama suaminya. Jujur dalam mendidik anak-anaknya dengan meneladani keteguhan Abu Bakar, kekuatan Umar, pemalunya Utsman, memiliki ilmu seperti Ali, keberanian seperti Khalid, dermawan seperti Abdurrahman bin ‘Auf, kebaikan seperti Khadijah, memiliki ilmu pengetahuan seperti Aisyah dan memiliki sifat taat seperti Asma.
6. Islam menginginkan agar seorang istri menjadi wanita yang sabar, rela dengan ketetapan Allah, sabar atas cobaan pada dirinya, suami dan anak-anaknya karena dalam kehidupan itu pasti ada cobaan dan kebahagiaan. Rasulullah S bersabda:
“Manusia yang paling banyak menerima cobaan adalah para nabi, kemudian seperti mereka, manusia diuji sebatas penguasaan agamanya, jika agamanya kuat maka cobaannya makin berat, jika imannya lemah maka lemah pula ujiannya. Sesungguhnya seseorang akan ditimpa musibah sehingga menjalani kehidupan di bumi tanpa kesalahan sedikitpun.” (HR. Ibnu Hibban)
Sabar dalam menghindari kemaksiatan kepada Allah, ia tidak rela untuk segera menghapus kesabaran sehingga melakukan kemungkaran. Sabar dalam ketaatan kepada Allah dan tidak rela menggantinya dengan sesuatupun.
7. Islam menginginkan wanita jujur dan meneladani orang-orang jujur, saling menolong dalam kebaikan dan tidak merendahkannya, bagaimanapun bentuk pertolongannya. Wanita sebaiknya melakukan perbuatan itu sesuai dengan yang diridhai Allah.
Qs.4:114:
               ••          • 
tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

8. Islam menginginkan wanita memiliki sikap mulia, tidak melihat selain kepada suaminya dan keluarganya dengan sengaja tidak menampilkan dirinya dari penglihatan laki-laki yang bukan mahramnya. Wanita dilarang bergaul dengan wanita lain kecuali dengan wanita yang tahu menjaga diri dan mulia. Jika wanita keluar dari rumahnya hendaklah mereka memperhatikan adabnya dalam berjalan dan berpakaian serta perkataannya sebatas keperluan. Janganlah mengizinkan orang lain termasuk anggota keluarga istri masuk ke rumahnya, kecuali dengan izin suaminya. Dan janganlah banyak berprasangka.
9. Islam menginginkan wanita senantiasa mengingat Allah dan taat kepada-Nya, membaca Al-Quran, memahami dan memikirkannya, membaca hadits, tauhid, fiqih, membaca biografi Nabi dan orang-orang saleh.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Juni 2009 in Kewanitaan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: