RSS

Sunnah Membaca al-Qur’an

23 Jan

Sunnah-sunnah Membaca al-Qur’an
A. Fungsi al-Qur’an: 14:1:
      ••           

B. Al-Qur’an di wariskan kepada Hamba-hamba pilihan Allah 35:32-34:
                        •                    •       
C. Sunnah-sunnah membaca al-Qur’an

1. Disunnahkan untuk banyak membaca alquran siang dan malam. Yang paling dianjurkan kita diperintahkan untuk menghatamkan alquran diatas 3 hari. Batas paling utama adalah minimal satu tahun hatam 2 kali.
2. Disunnahkan untuk berwudhu. Dalam masalah ini wudhu memang tidak wajib karena rasulullah pernah membaca alquran dengan berhadas.
3. Disunnahkan membaca ditempat yang nyaman dan bersih, yang paling utama dimasjid. Sebagian ulama memakruhkan membaca alquran di kamar mandi dan dijalan. Imam Nawawi tidak memakruhkan keduanya.
4. Disunnahkan membaca dengan duduk bersila, menghadap ke kiblat dan kepala menunduk.
5. Disunnhkan untuk bersiwak setiap kali membaca alquran
6. Disunnahkan untuk membaca isti’adah atau ta’awudz dari syaithan.
7. Disunnahkan untuk selalu membaca basmalah kecuali dalam surah al-Bara’ah, dimakruhkan, imam Syafi’I mengatakan kalau membaca basmallahnya ditengan-tengah surah maka tidak mengapa.
8. Tidak disunnahkan membaca alqur’an dengan membaca niat seperti dzikir-dzikir yang lain. Kecuali kalua ada nadir sesuatu mak harus memakai niat nadir.
9. Disunnahkan membaca dengan tartil (benar,fasih dan bagus).
10. Disunahkan membaca dengan tadabbur (merenungi bacaannya) dan tafahhum (memahami tafsir dan maksudnya), dua hal inilah tujuan terbesar dalam membaca alqur’an.
11. Melemmahkan suara ketika membaca ayat tentang perkataan Yahudi dan Nasrani.
12. Disunnhakan untuk mengulang-ulang ayat-ayat yang perlu ada perenungan.
Dalam satu riwayat Rasulullah pernah membaca “إن تعذبهم فإنهم عبادك”beliu mengulainginya sampai pagi hari.
13. Disunnahkan untuk mengangis bagi orang yang tidak sanggup atau tidak bisa menagis maka di sunnahkan untuk pura-pura mengangis (tatabakuu), bersedih dan khusuk. Hal ini sesuai dengan astsar seorang tabi’in bernama ‘Abdul Malik bin Umair sesungguhnya rasulullah bersabda:”sesungguhnya aku adalah ahli dalam membacakan ayat alqur’an buat kalian, barang siapa yang menangis saat membacanya baginya syurga maka jika kamu tidak bias menangis sebaiknya kalian berpura-puralah menangis.”
14. Disunnhakan untuk membaca dengan suara yang bagus. “Bagus” artinya sesuai dengan kekuatan, keindahan masing-masing orang jadi bukan bagus menurut orang lain.
15. Disunnahkan membaca tafkhim, artinya membaca seperrti bacaan seorang laki-laki bukan seperti suara wanita. Suara wanita yang Lemah,lembut dikawatirkan mahrajnya tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Apabila hal ini dikawatirkan adanya riya’ dan yang lain membaca dengan lirih itu lebih baik. Demikian menurut imam Nawawy.
16. Disunnahkan membaca alqur’an dengan melihat mushaf, daripada membaca dengan cara menghafal. Karena melihat mushaf ituadalah ibadah. Nabi bersabda:”bacaan al-Qur’an seorang laki-laki dengan tanpa melihat mushaf 1000 derajat, sedangkan bacan seseorang denganmelihat mushaf 2000 drajat. HR. Thabrany dan Hakim
17. Disunnahkan membaca dengan lagu, seni arab bukan bahasa ‘ajam.
18. Dimakruhkan memutus bacaan dengan pembicaraan, senda gurau, memandang sesuatu yang melalaikan dan lain-lain. Karena kita sedang membaca firman Allah jadi tidak diperkenankan adanya pembicaraan yang lain.
19. Disunnahkan mendengarkan bacaan al-Qur’an, dilarang melakukan hal-hal yang mengganggu dan atau berbicara saat mendengar al-Qur’an.
20. Disunnahkan bersujud saat membaca ayat sajdah. Ayat sajdah sebanyak 14 kali.
21. Waktu yang paling baik untuk membaca al-Qur’an adalah didalm sholat, malam, 1/3 malam, dan antara waktu selesai sholat magrib sampai isya. Adapaun waktu yang baik pada siang hari adalah selesai sholat subuh
22. Disunnahkan untuk berpuasa ketika hendak menghatamkan al-Qur’an, mengundang tetangga, krabat dan keluarga. Sahabat Anas bin Malik apabila khatam al-Qur’an ia mengumpulkan keluargany dan ia berdoa. Para ulama dari kalangan tabi’in mereka menambahkan mengumpulkan kerabat-krabatnya.HR Abu Dawud dan Thobrony. Mereka berkumpul ketika ada khatama al-Qur’an dan doa pada saat khatam dikabulakan. Allah akan menurunkan rahmatnya.
23. Disunnahkan membaca Takbir ketika sampai surah ad-Duha samapai akhir al-Qur’an, ini adalah bacaan ulama Makkiyah. Banyak dalilnya bahkan Imam syafi’I berkata siapa saja yang meninggalkan takbir pada waktu itu maka ia telah kehilangan sunnah dari Rasulullah.
24. Disunnahakan membaca do’a ketika khatam al-Qur’an. Rasulullah bersabda :”siapa yang menghatamkan al-Qur’an baginya ada do’a yang dikabulkan.”HR. Thobrany. Dalam kitab Syu’bi, dari sahabat Anas :”siapa yang membaca al-Qur’an dan memuji Allah, bersholawat kepada Nabi, dan beristikfar kepada tuhannya maka ia telah mencari kebaikan ditempatnya.
25. Disunnhakan untuk segera muali lagi membaca dari awal selesai khatam.
26. Disunnahkan membaca surah an-Nas, alfatikhah, albaqorah (muflikhun), kemudian berdo’a khatam dan berdiri.HR. Ad-Darimy sanadnya Hasan. Imam Ahmad melarang untuk mengulang-ulangi bacaaan surah al-Ihlas, ketika khatam, akan tetapi manusia pada mengerjakannya dan mereka berbeda dengan Imam Ahmad. Sebagian ulama ada yang berpendapat hikmah dari semua ini adalah karena surah al-Ihlas itu sama dengan 1/3 dari al-Qur’an.
27. Dimakruhkan menjadikan profesi membaca al-Qur’an untuk mencari penghidupan.
28. Dimakruhkan mengucapkan kata “aku telah lupa ayat ini..”hendaknya orang itu mengucapkan “aku telah melupakannya”
29. Tiga Imam Mujtahid yakni Imam Malik, Hanafi dan Ahmad sepakat pahala bacaan al-Qur’an untuk maiyyit sampai pahalanya, berbeda dengan imam Syafi’I beliu bilang tidak sampai. Tapi ada sebagian ulama pengikut madhab syafi’I menyatakan pahala bacaan itu sampai kepada maiyit. Wallahu a’lam

Bekasi-21-01-2011

Muhammad Maryono, MA
Tulisan ini bersumber dari kitab:
1. Al-Itqon fi Ulum al-Qur’an, Imam Syuyuthi
2. Al-Adzkar, Imam Nawawy
3. Al-Tibyan, Imam Nawawi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Januari 2011 in Fiqih, Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: