RSS

HUKUM BERDZIKIR, BERBICARA DI WC

06 Feb

HUKUM BERDZIKIR, BERBICARA KETIKA SEDANG HAJAT (BAB,BAK)
Ada beberapa jamah saya yang bertanya apa hukumnya kalau lagi BAB atau BAK baca Koran, majalah, merokok dan lain-lain. Padahal perbuatan itu sangat tidak disukai oleh syariah agama islam. Ada banyak factor yang melatarbelkangi hal ini kenapa tidak diperbolehkan, secara akal sehat bahwa membuang hajat itu adlah urursan besar yang tidak bias dianggap remeh apalagi melupakan Allah yang memberikan kemudahan, kelancaran bisa BAB. Kita bisa merenung bagaimana sakitnya kalau orang tidak bisa BAB. Dalam disiplin ilmu kedokteran ada sub spesialis GASTROENTROLOGI (spesialis ganguan pencernaan, lambung, susah kentutu, BAB dan lain-lain) kalau ada pakarnya seperti ini berarti ini masalah besar yang tidak bisa diangga remeh apalagi menyepelekan.
Hokum
Dalam kitab al-Adzkar Imam Nawawy berkata bahwa kita dilarang untuk berbicara, berdziki dengan semua ragam dzikir yang ada, kita juga dilarang berbicara dengan semua jenis pembicaraaan kecuali pembicaraaan yang bersifat terpaksa atau emergensi (dhorurah). Selanjutnya ia mengatakan sebagaian ulama dari kalangan mereka menyatakan bahwa apabila orang sedang hajat dilarang memuji nama Allah ketika bersin, menjawab, menjawab orang salam, menjawab adzan. Larangan ini bersifat MAKRUH TANZIH ( Dibenci untuk membersihkan kita )jadi tidak makruh tahrim atau diharamkan. Apabila orang bersin maka diperbolehkan memuji nama Allah dalam hati tanpa menggerakkan lisannya. Demikian papar imam Nawawi.Hokum ini hendaknya diusakan dihindari dan dijauhi. Lihat kitab Adzkar Imam Nawai juz.1, hal. 28. Cet. Ke 4. Penerbit al-Haromain.
Sunnah BAB
1. kita disunnahkan mula-mula untuk membaca bismillah, kemudian membaca doa allahumma inni a’udzubika minal khubus wal khobais.
Hadis nabi riwayat Tirmidzi, Nasa’I, Ahmad dan Abu Dawud:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
2. Mendahulukan kaki kiri ketika masuk dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar.
3. Membaca doa “ghufronaka” atau “alhamdullillahiladzi adhaba ‘anil adza wa ‘aafaani”
Menurut hemat saya doa yang diajarkan oleh Rasulullah ini kalau di renungkan memiliki arti yang luar biasa. Misalnya “ghufronaka”:engkau telah memaafkanku” kalau orang mendapatkan maaf dari allah otrang itu berarti senang bahagia dan sebagainya. Begitulah yang terjadi bagi siapapaun yang keluar dari toilet dan berhasil pasti dia bahagia, gembira karena mendapatkan nikmat itu. Oelah karenanya saya menyarankan kepada semua yang membaca tulisan ini untuk meniggalakn sesuatu yang buruk-buruk dan tidak disukai oleh agama kita.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2011 in Fiqih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: