RSS

PENGAKUAN YAHUDI TENTANG SURGA

10 Feb

KEYAKINAN ORANG-ORANG YAHUDI
Ada banyak keyakinan dan kepercayaan orang-orang Yahudi tentang pekerjaan, perkataaan serta apaun yang mereka lakukan itu dating dari pengakuan diri mereka sendiri. Kalau dalam ayat-ayat sebelumnya mereka di jelaskan suka merubah kitab suci mereka (taurat), kemudian menulis dengan tangan mereka sendiri lalu mereka dakwakan itu datang dari Allah dan masih banyak lagi sifat perbuatan orang-orang Yahudi yang di jelaskan oleh Allah SWT.
Dalam ayat ini Qs. 2:80:
   •   •                   
80. dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

Allah SWT menerangakan serta mengabarkan kepada Rasulullah tentang kebohongan orang-orang Yahudi bahwa mereka mendakwakan, mengaku-aku bahwa tidak akan disiksa dalam api neraka kecuali hanya beberapa hari saja. Pemahaman dan keyakinan karena kesalahan mereka tidak mau membaca kitab suci mereka dengan benar. Ibnu Abbas menuturkan bahwa anggapan mereka ini lahir dari kekliruan bahwa dunia ini hanya berusia 7000 tahun, sedangkan kami akan disiksa selama satu hari pada setiap seribu tahun. Jadi, kami akan disiksa hanya selam 7 hari. Kemudian diturunkalah ayat ini.
Berbada dengan Ibnu Abbas, Ikrimah meninterpretasikan bahwa meraka orang-orang yahudi berkata:”meraka tidak akan disiksa dineraka, kecuali hanya 40 hari saja, kemudian akan digantikan oleh orang-orang lain (yakni Muhammad dan sahabat-sahabatnya) maka Nabi menjawab sambil menunjuk kepada meraka”bahkan kamulah kekal selamanya didalam neraka dan tidak digantikan oleh siapapun. Kemudian Allah menurunkan ayat ini.
Ada lagi riwayat yang lain dari Ibnu ‘Abbas bahwa orang-orang Yahudi mengatakan bahwa neraka jahannam itu ujugnya adalah poho zakkum (hidupnya pohon ini di keraknya atau ujungnya jahannam), jadi apabila mereka disiksa sudah sampai pohon zakkum maka siksa itu akan berakhir sampau disitu aja.
Inilah dakwaaan dan keyakinan yang keliru yang diyakini oleh mereka, oleh karenya para ulama pakar bahasa meyatakan kenapa di ujung ayat btersebut menggunakan huruf “amm” yang berarti bahkan. Bukan dengan hurf “wawu atau au”yang menjelaskan kebenaran. Kenapa ammlanjut Ibnu Kasir dalam tafsirnya bahwa irtinya dakwaan serta pemahaman itu hanya dating dari diri meraka sendiri bukan dari Allah atau dari kitab suci meraka.
Dalan ayat ini ada satu riwayat sebagai penutup dalam kajian kita kali ini bahwa pada saat orang -orang Yahudi kahibar ditaklukkan nabi diberi hadiah kambing yang beracun, kemudian Rasululullah menuruh sahabat para sahabat mengumpulkan orang-orang Yahudi daerah Khaibar itu. Setelah merak berkumpul Nabi bertanya :”siapakah ayah kalian? Jawab mereka:”fulan (sebut saja misalnya namanya MARYONO) Nabi menjawab kalian telah dusta, ayah kalian adalah si fulan (bukan maryono tapi sumaryono kata nabi). Kemudian nabi bertanya apakah kalian akan berkata jujur kalau aku bertanya kepada kalian jawab mereka ya wahai Abal Qosim, jika kami berdusta engkaupun akan mengetahui, sebagaimana engkau mengetahui kedustaaan kami tentang bapak kami. Nabi bertanya siapakah penghuni Nerak itu? Jawab meraka kami akan tinggal didalmnya sebentar, kemudian kalian akan menggantikan kami jadi penghuninya. Nabi menjawab :”kecewalah kalian, demi Allah, kami tidak akan menggantikan kalian untuk selamanya. Hadi ini masih panjang HR Ahmad Buhkari dan Nasai.
Bahwa dalam ayat ini ada banyak manfaat yang bisa diambil oleh kita diantaranya:
1. Salah dalam membaca kitab suci akan menyebabkan kekliruan keyakinan.siapapun orangnya dan apapn kitabnya termasuk alquran dan hadis kalau salah cara memahami dan membacanya maka aka nada banyak kekeliruan yang akan berdampak dalam kehidupan ummat manusia itu.
2. Sudah menjadi pemahaman yang umum hanya orang-orang yahudi yang suka mengaku dirinya paling bersih, paling dicintai dan paling dimuliakan Allah.
3. Kita tidak diajarkan untuk mendakwakan diri kita “paling”. Paling dalam apapun kecuali dengan dalil dan pemahaman yang benar. Karena mendakwakan diri,organisasi,kelompok dll adalah kesombongan yang tidak dicintai Allah. Ada hadis nabi riwayat Imam Ahmad “ tidak akan masuk surge orang yang didalam hatinya ada sekecil biji dzarroah dari kesombongan.”
4. Adalah Rasulullah diberikan ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan kepada siapapun kecuali orang yang dikehendaki Allah. Beliu tahu kebohongan orang-orang yahudi yang disampaikan kepada nabi saat ditanya tentang bapaknya si fulan.
Demikian taklim kita hari ini semoga ada tambahan wawasan ilmu kita, ya Allah berikanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, ya Allah ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, lindungilah kami dari ilmu yang tidak bermanfaat. Wallahu a’lam bi al-sowab.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2011 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: