RSS

Mensyukuri Nimat Panjang UMur

11 Mar

Mensyukuri Nikmat Panjang Umur.
   •           •  •                                 
15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Imam Ibnu Kastir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat seperti ini banyak di firmankan Allah setelah menyebutkan ketauhidan dan pengesaan kepadanya, lalu Allah SWT. Memerintahkan untuk berbuat baik, berbakti serta tunduk kepada kedua orang tua kita.
Dalam banyak ayat misalnya Allah berfirman dalam Qs. Al-Isra’:23 , Luqman :14 dan al-Ankabut ayat ke 8. Semua ayat tersebut menunjukkan adanya setelah seseorang bias bertauhid kepada Allah dan tidak mensekutukannya dengan apapaun dan sedikitpun Allah memerintahkan untuk berakhlak baik dengan kedua orang tua.
Imam Abu Dud meriwaytkan sebuah riwayat bahwa :”Ummu Sa’din berkata kepada anaknya yang bernama Sa’din. Bukankah Allha sudah memerintahkan untuk berbuat baik kepda kedua orang tua?maka aku tidak akan makan dan minum sampai mereka menjadikan kedua mulutnya terbuka untuk makan. Lalu turunlah Qs, al-Ankabut:8. HR. Muslim, Ibnu MAjah dan Ahl Sunan.
40 tahun adalah usia yang tidak sedikit, 40 tahun adlaah masa perubahan segalanya, yang kuat muali lemah, cantik kurang kecantikannnya, buruk berubah jadi baik itu harapannya.
{ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً } أي: تناهى عقله وكمل فهمه وحلمه. ويقال: إنه لا يتغير غالبا عما يكون عليه ابن الأربعين., Ibnu kasir menyatakan dalam tafsirnya, berkurang akalnya, sempurna pemahamnnya dan santunnya.sesungguhnya tidak akan berubah apa yang ada ketika usianya 40 tahun. Maksud kalimat itu adalah apabila orang usianya 40 tahun maka ia akan menentukan jalan hidupnya baik atau tambah buruk dan jelak. Nah ini dimuali ketka usia seseorang 40 tahun.
Ada satu riwayat yang menyatakan, Imam Masruq berkta”kapankah seseorang akan di hisab dosanya maka ia berkata :” ketika usinya 40 tahun, maka ambillah bekal dan persiapanmu.
Ada beberapa riwayat yang bias membantu untuk memahami ayat diatas lebih menggugah hati kita. Diantaranya:

وقال الحافظ أبو يعلى الموصلي: قال محمد بن عمرو بن عثمان، عن عثمان، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “العبد المسلم إذا بلغ أربعين سنة خفف الله حسابه، وإذا بلغ ستين سنة رزقه الله الإنابة إليه، وإذا بلغ سبعين سنة أحبّه أهل السماء، وإذا بلغ ثمانين سنة ثبت الله حسناته ومحا سيئاته، وإذا بلغ تسعين سنة غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر، وشفَّعه الله في أهل بيته، وكتب في السماء: أسير الله في أرضه”
Rasulullah bersabda: Seorang Muslim apabila usianya sudah sampai 40 tahun Allah akan meringankan hisabnya, dan apabila usianya 60 tahun Allah memberikan rizki kepadanya dengan bertaubat kepada Allah,dan apabila usianya sampai 70 tahun akan mencintainya penduduk langit, dan apabila usianya sampai 80 tahun Allah akan menetapakan kebaikannya dan menghapuskan kesalahanya,dan apabila usianya sampai 90 tahun Allah akan memaafkan kesalahan yang lalu dan yang akan datang serta Allah akan memberikan pertolongan kepada ahli keluarganya dan di tulis dilangit. HR. Abu Dawud. Ibnu kasir meberikan foot note bahwa hadi ini dhaif karena ada salah satu perawinya yang lemah , namun demikian hadis ini banyak riwayat dari jalan yang lain sehingga menjadi hadis hasan.

وقد قال الحجاج بن عبد الله الحكمي أحد أمراء بني أمية بدمشق: تركت المعاصي والذنوب أربعين سنة حياء من الناس، ثم تركتها حياء من الله، عز وجل.
Al Hajjaj bin ‘Abdullah alHukmy salah satu penguasa Bani Umaiyyah di Damsiq berkata:”Aku meninggalkan maksiat dan dosa kitika usiaku sampai 40m tahun karena malu kepada manusia, kemudian aku meninggalkannya Karen malu kepada Allah.

وقد روى أبو داود في سننه، عن ابن مسعود، رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعلمهم أن يقولوا في التشهد: “اللهم، ألف بين قلوبنا، وأصلح ذات بيننا، واهدنا سبُل (9) السلام، ونجنا من الظلمات إلى النور، وجنّبنا الفواحش ما ظهر منها وما بطن، وبارك لنا في أسماعنا وأبصارنا وقلوبنا، وأزواجنا، وذرياتنا، وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم، واجعلنا شاكرين لنعمتك، مثنين بها قابليها، وأتممها علينا

Sebagai kesimpulan dari kajian tafsir ayat diatas adalah bahwa:
1. Allah mewajibkan kepada kita untuk mentauhidkannya dengan tanpa musrik kepadanya.
2. Allah akan memberikan karunia rahmat dan keshalihan kepada keluarga kita apabila kita sendiri sebagai orang tua juga shalih.
3. Allah mewajibkan kepada semua manusia apapun agama dan warnanya untuk berbakti kepada ortu.
4. Usia 40 tahun adlah mahkota perubahan dan anugrah yang tidak boleh disissiakan apalagi dianggap biasa saj.
5. Bertobat dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah usia 40 tahun adlah keharusan.

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: