RSS

Orang Kafir (Qs. al-Baqarah 6-7

01 Jul

Orang Kafir (tafsir al-Baqaroh 6-7)
Munasabah/korelasi dengan ayat sebelumnya, dalam surah albaqarah 1-5 Allah menjelaskan tentang hidayah, kebahagian dan keberuntungan bagi mereka yang mengikuti-Nya, dalam ayat ini Allah akan menjelaskan orang ang lari, menghindar, menajauhi petunjuk tersebut serta dapaknya dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7)

كَفَرُوا berarti, tertutup dari kebenaran, karena kepentingan mereka sendiri, oleh karenya mereka tidak pernah menghiraukan kebenaran dari Allah dan Rasulnya, tidak mentaaati perintah-Nya. Bahkan jika mereka kalau mentaati perintah Allah dan Rasulullah kepuasan nafsunya tidak tercapai.
Ibnu Abbas mengatakan tentang tafsir ayat ini semula Rasulullah berharap agar semua orang mendapat hidayah dan mengikuti ajakannya, kemudian allah memberitahukan kepadanya bahwa manusian tidak akan beriman, kecuali mereka tercatat di lauh al-Mahfudz sebagai orang yang bahagia, begitu pula orang takkan tersesat kecuali yang tercatat di lauh al-Mahfudz sebagai orang yang celaka, sebagaimana tercantum dalam Qs. Yunus,10 ;96-97:
•                 
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.

Dalam tafsir depag terdapat foot note sebagai berikut:” Kalimat di sini berarti ketetapan. maksud ayat ini ialah orang-orang yang telah ditetapkan Allah dalam Lauh Mahfuzh bahwa mereka akan mati dalam kekafiran; selamanya tidak akan beriman.”
Dalam ayat yang lain Allah berfirman,Qs. Ar-Ra’du,13;40:
 • •     •      
40. dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.
Ayat di atas seakan akan mengatakan:”barang siapa yang tercatat di sisi Allah celaka, maka takkan ada yang menolongnya, memeperbaiki atau menasehatinya. Oleh karena itu, engkau jangan bersedih memikirkan mereka dan jangan hiraukan mereka yang tidak suka menerima ajaran dan ajakanmu.”
Dalam tafsir al-Qurtubu di jelaskan, Kekufuran adalah lawan keimanan. Inilah yang dimaksudkan dalam ayat diatas. Namun terkadang kufur juga bermakna mengingkari nikmat dan kebaikan, sebagaimana contoh dari Sabda Rosul SAW tentang kaum perempuan dalam hadits di bawah ini :

“Dulu aku pernah diperlihatkan api neraka. Tidak ada satupun pemandangan yang paling buruk seperti pemandangan yang kulihat waktu itu. Aku juga melihat sebagian besar penghuninya adalah kaum perempuan,” Ada yang bertanya ,”Kenapa , wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena KEKUFURAN mereka” Ada yang bertanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur kepada suami dan kufur kepada kebaikan. Jika kamu (laki-laki) berbuat baik kepada salah seorang dari mereka (istri) selama setahun penuh, kemudian dia melihat sesuatu (yang tidak menyenangkannya) dari dirimu maka dia berkata,”Aku tidak pernah sekalipun melihat kebaikan darimu.” (HR Bukhari dlm pembahasan tentang Gerhana)
Kaafir juga berarti malam, karena kegelapam malam menutupi segalanya.

Bagi kita dakwah hanya sekedar menyampaikan mengajak, tidak usah di paksa, di rayu, merintih berharap dan seterusnya, allah dan Rasulnya hanya menyuruh di samapaikan, dengan nasehati, member contoh yang baik dengan ajaran kita tidak lebih dari itu. Sekarang dakwah kita ini serba sulit banyaknya ragam dakwah yang di lakukan oleh ummat Islam, sehingga tidak ada kata sepakat dakwah hanya untuk Allah, bukan untuk golongan, partai, ormas.
Permasalahan yang ada di kita adalah banyak para dai yang tujuan dakwahnya bukan Allah dan ridho-Nya melainkan bagaimana mereka dapat eksis dan di akui oleh komunitas tertentu. Inilah salah satu factor kenapa islam semakin canggih sarana dakwah, dan metodenya tetapi islam tetap aja seperti ini…..nastainu ‘ala Allah.

Tafsir ayat 7
خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7)

خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ; Mereka tidak melihat adanya petunjuk, tidak mendengar, memahami dan mengerti.

Ibnu Jarir berkata: “ Sesungguhnya bila secara terus menerus dosa-dosa mengikuti/menempel ke hati maka ia akan menutupnya rapat-rapat, dengan demikian tidak akan ada lagi jalan untuk menggapainya sementara tidak ada jalan keluar pula bagi kekufuran darinya

غِشَاوَةٌُ menurut imam Asy-Syaukani ; maknanya adalah الغطاء yaitu penutup/penyumbat yang menutupi/menyumbat jalan sesuatu yang ingin dicegah agar tidak sampai kepadanya.

عَذَابٌُ ; siksaan yang dirasakan sehingga menghilangkan kenikmatan dan kelezatan hidup.

Artinya : Allah Ta’ala memberitahukan bahwa mereka tidak siap untuk beriman sehingga adanya peringatan terhadap mereka dan tidak adanya, sama saja disisi mereka, karena demikianlah sunnatullah pada mereka yang telah mencap/mengunci mati hati-hati mereka hingga tidak dapat memahami, dan pendengaran-pendengaran mereka hingga tidak dapat mendengar serta menyumbat/menutupi mata-mata mereka hingga mereka tidak dapat melihat.

Yang demikian itu sebagai akibat dari kesombongan, kebangkangan/keengganan serta kengototan mereka dalam kekufuran. Oleh karena itu, mereka pantas/wajib mendapatkan azab yang amat dahsyat, untuk kemudian mereka dihukum dengan azab tersebut. Inilah hukum Allah Ta’ala terhadap orang-orang yang membangkang, sombong dan bersikeras sepanjang masa dan di setiap tempat.
Dalam tafsir al-Qurtuby di jelaskan, bahwa Allah menjelaskan sifat hati itu dengan 10 sifat,. Firman Allah ‘azza wa jalla “khotamallohu” (Allah telah mengunci-mati). Dalam ayat ini Allah ‘azza wa jalla’ menjelaskan faktor yang menghalangi mereka dari iman dengan firman Nya Al Khotm yang maknanya adalah menutup atas sesuatu hingga tidak ada sesuatupun yang masuk. Ahli Makna berkata, “Allah ‘azza wa jalla’ menyebutkan 10 sifat hati orang-orang kafir, yaitu :
a. Ingkar (al inkaar)
(QS An Nahl : 22)
b. Berpaling (al inshiraaf)
(QS At-Taubah : 127)
c. Sombong (al hamiyah)
(QS Al Fath :26)
d. Keras membatu (al qasaawah)
(QS Az Zumar : 22)
e. Mati (al maut)
(QS An’aam : 122)
f. Tertutup (ar-rain)
(QS Al Muthaffifiin :14)
g. Sakit (al maradh)
(QS Al Baqarah : 10)
h. Sesak (Adh-dhaiq)
(QS Al An-aam : 125)
i. Dikunci mati (Ath-tab-u)
(QS Al Munafiquun : 3)
j. Dikunci mati (Al Khatm)
(QS Al Baqarah : 7)

Al Khatm pada hati adalah tidak mengindahkan firman-firman Allah ‘azza wa jalla’ dan tidak merenungkan ayat-ayatNya. Al Khatm pada pendengaran adalah tidak memahami Al Qur-an apabila dibacakan kepada mereka. Al Khatm pada penglihatan adalah tidak merenungi mahluk Nya dan keajaiban ciptaan Nya. Ini adalah pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Qatadah dll. Dalam ayat ini terdapat dallil yang paling jelas bahwa Allah ‘azza wa jalla’ adalah yang menciptakan hidayah (petunjuk) dan kesesatan, kekufuran dan keimanan. Selain itu, makna Al Khatm dan Ath Thab’u bermakna sesuatu yang diciptakan Allah di dalam hati yang dapat menghalangi iman. Dlailnya adalalh firman Allah ‘azza wa jalla’ “Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) kedalam hati orang-orang yangn berdosa (orang-orang kafir), mereka tidak beriman kepadanya (Al Qur’an)” (QS Al Hijr :15)

Dalam ayat ini terdapat bukti keutamaan hati atas seluruh anggota tubuh lainnya. Anggota tubuh lain sekalipun tunduk kepada hati, namun terkadang hati terpengaruh-sekalipun dia adalah dan raja anggota tubuh-dengan perbuatan anggota tubuh lain, karena adanya keterikatan antara lahir dan batin. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya – bila – seseorang selalu jujur maka akan muncul dalam hatinya titik putih, dan sesungguhnya seseorang – bila – selalu bohong makak akan membuat hitam hatinya” (HR Tirmidzy) Maksud hati di ayat ini adalah akal, sebab hati adalah tempat akal, menurut sebagian besar ulama, sesuai dengan ayat berikut ,”Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang yang mempunyai hati” (QS Qaaf 50 :37)
Ayat ini menjadi dasar tentang mengutamakan pendengaran dibandingkan penglihatan, karena pendengaran disebutkan sebelum penglihatan.
foot note:
Ibnu Kasir menyebutkan banyak ayat dalam masalah ini selain ayat ditas:”
يقول تعالى: { إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا } أي: غَطوا الحق وستروه، وقد كتب الله تعالى عليهم ذلك، سواء عليهم إنذارك وعدمه، فإنهم لا يؤمنون بما جئتهم به، وقال في حق المعاندين من أهل الكتاب: { وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ } الآية [البقرة: 145] أي: إن من كتب الله عليه الشقاوة فلا مُسْعِد له، ومن أضلَّه فلا هادي له، فلا تذهب نفسك عليهم حسرات، وبلّغهم الرّسالة، فمن استجاب لك فله الحظ الأوفر، ومن تولى فلا تحزن عليهم ولا يُهْمِدَنَّك ذلك؛ { فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ } [الرعد: 40]، و { إِنَّمَا أَنْتَ نَذِيرٌ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ } [هود: 12] .

Berikut ini penjelasan Qurtuby dalam tafsirnya
وقال أهل المعاني : وصف الله تعالى قلوب الكفار بعشرة أوصاف : بالختم والطبع والضيق والمرض والرَّيْن والموت والقساوة والانصراف والحَمِيّة والإنكار . فقال في الإنكار : { قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ } [ النحل : 22 ] وقال في الحَمِيّة : { إِذْ جَعَلَ الذين كَفَرُواْ فِي قُلُوبِهِمُ الحمية } [ الفتح : 26 ] وقال في الانصراف : { ثُمَّ انصرفوا صَرَفَ الله قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّ يَفْقَهُون } [ التوبة : 127 ] وقال في القساوة : { فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِّن ذِكْرِ الله } [ الزمر : 22 ] وقال : { ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِّن بَعْدِ ذلك } [ البقرة : 74 ] وقال في الموت : { أَوَ مَن كَانَ مَيْتاً فَأَحْيَيْنَاهُ } [ الأنعام : 122 ] . وقال : { إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الذين يَسْمَعُونَ والموتى يَبْعَثُهُمُ الله } [ الأنعام : 36 ] . وقال في الرَّيْن : { كَلاَّ بَلْ رَانَ على قُلُوبِهِمْ مَّا كَانُواْ يَكْسِبُونَ } [ المطففين : 14 ] . وقال في المرض : { فِي قُلُوبِهِم مَّرَض } [ البقرة : 10 ] . وقال في الضيق : { وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقاً حَرَجاً } [ الأنعام : 125 ] وقال في الطبع : { فَطُبِعَ على قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَ يَفْقَهُونَ } [ المنافقون : 3 ] وقال : { بَلْ طَبَعَ الله عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ } [ النساء : 155 ] . وقال في الختم : { خَتَمَ الله على قُلُوبِهمْ } . وسيأتي بيانها كلها في مواضعها إن شاء الله تعالى .

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juli 2011 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: