RSS

Tafsir Al-Baqarah Ayat 31-33

17 Okt

Kemulian Nabi Adam as.
Tafsir ayat 31-33

وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (32) قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (33)

Di ayat ini Allah menyebut kemuliaan kedudukan Nabi Adam as, karena Allah memberinya ilmu tentang nama segala benda, sedangkan para malaikat tidak mengetahuinya, dan hal itu terjadi sesudah para malaikat diperintahkan untuk bersujud kepada Adam. Bagian ini didahulukan (dari perintah Allah kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam) karena berkaitan dengan pertanyaan para malaikat tentang hikmah pengangkatan khalifah di bumi. Di samping itu, juga untuk menerangkan kelebihan Adam dengan ilmunya itu.
وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا Tentang ayat ini Ibnu Abbas mengatakan, bahwa maknanya ialah:” Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama benda yang akan dibuat manusia, binatang, dan segala keperluan manusia di dunia ini”.

Dalam hadis Sahih di riwayatkan dari Anas. Ra mengatakan , bahwa nabi saw bersabda,
عن قتادة عن أنس، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال -: “يجتمع المؤمنون يوم القيامة، فيقولون: لو استشفعنا إلى ربنا؟ فيأتون آدم فيقولون: أنت أبو الناس، خلقك الله بيده، وأسجد لك ملائكته، وعلمك أسماء كل شيء، فاشفع لنا عند ربك حتى يريحنا من مكاننا هذا، فيقول: لَسْتُ هُنَاكُمْ، ويذكر ذنبه فيستحي؛ ائتوا نوحًا فإنه أول رسول بعثه الله إلى أهل الأرض، فيأتونه فيقول: لست هُنَاكُم. ويذكر سؤاله ربه ما ليس له به علم فيستحي. فيقول: ائتوا خليل الرحمن، فيأتونه، فيقول: لست هُنَاكم؛ فيقول: ائتوا موسى عَبْدًا كَلمه الله، وأعطاه التوراة، فيأتونه، فيقول: لست هُنَاكُمْ، ويذكر قَتْلَ النفس بغير نفس، فيستحي من ربه؛ فيقول: ائتوا عيسى عَبْدَ الله ورسولَه وكَلِمةَ الله وروحه، فيأتونه، فيقول: لست هُنَاكُم، ائتوا محمدًا عبدًا غَفَر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر، فيأتوني، فأنطلق حتى أستأذن على ربي، فيُؤذن لي، فإذا رأيت ربي وقعتُ ساجدًا، فيدعني ما شاء الله، ثم يقال: ارفع رأسك، وسل تعطه، وقل يُسْمَع، واشفع تُشَفَّع، فأرفع رأسي، فأحمده بتحميد يعلمُنيه، ثم أشفع فيحد لي حدًا فأدخلهم الجنة، ثم أعود إليه، وإذا رأيت ربي مثله ، ثم أشفع فيحد لي حدًا فأدخلهم الجنة ، ثم أعود الرابعة فأقول: ما بقي في النار إلا مَنْ حبسه القرآن ووجب عليه الخلود” .
”kelak pada hari kiamat semua kaum mukmin berkumpul, kemudian mereka berkata, “andaikan kita meminta syafa’at yang dapat menyampaikan hal kita kepada Tuhan, lalu mereka pergi kepada Adam dan berkata,’Engkau adalah bapak umat manusia. Allah telah menciptakanmu langsung dengan tanganNya, memerintahkan kepada malaikat supaya bersujud kepadamu, dan mengajarkan kepadamu nama segala sesuatu maka mintakanlah syafaat kepada Tuhanmu untuk membebaskan kami dari penderitaan ini’. Jawab Nabi Adam,’Aku bukanlah orang dapat menolong kallian’.(HR. Bukhari , Musllim,Nasa’I, dan Ibnu Majah)
Dengan hadis ini nyata, bahwa Allah telah mengajarkan kepada Adam semua nama dari segala sesuatu.
إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, maknanya ialah: “ jika kalian benar-benar lebih mengetahui daripada dia(Adam) tentang apa yang akan Aku ciptakan, maka coba terangkan nama-nama benda itu”. Demikian keterangan Qatadah dan al-Hasan.
Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud r.a. berpendapat, bahwa “jika perkataan kalian benar, bahwa kalau Aku mengangkat khalifah di bumi dari kalangan selain kalian akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, dan kalau dari golongan kalian tidak akan berbuat dosa, maka coba terangkan nama benda-benda yang ada di hadapan kalian itu. Jika ternyata kalian tidak mngetahui nama- nama benda yang ada di hadapan kalian, maka terhadap semua hal yang belum terjadi, tentu kalian lebih tidak tahu lagi”.
Karenanya para malaikat kemudian menjawab:” Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada Kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”Yakni, Yang Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu, Maha Bijaksana dalam semua ciptaan dan urusanMu, perintah, ajaran dan penolakan-Mu terhadap apa yang Engkau kehendaki.
Ibnu Abbas berkata, bahwa makna kalimat Subhanallah ialah mensucikan Allah dari segala kerendahan dan keburukan.
Dalam riwayat yang lain di sebutkan:
قال عمر لعلي وأصحابه عنده: لا إله إلا الله، قد عرفناها فما سبحان الله؟ فقال له علي: كلمة أحبها الله لنفسه، ورضيها، وأحب أن تقال

قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ
Firman Allah :” Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini’. Maka setelah diberitahukaanya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman:’ bukankah sudah Kukatakan kepada kalian, sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kalian lahirkan dan apa yang kalian sembunyikan”.
Ibnu Abbas mengatakan, bahwa maksudnya ialah:” mengetahui yang rahasia sebagaimana mengetahui yang terang, termasuk yang tersembunyi di hati iblis, yakni kesombongan dan bangga diri”.
Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan beberapa sahabat berkata, “Yang terang ialah pertanyaan:”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah’. Sedangkan yang tersembunyi ialah kesombongan iblis.”
Ar-Rabi’ bin Anas berkata, “ yang terang (yang dilahirkan oleh para malaikat) ialah ucapan mereka: mengapa engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan mengalirkan darah’, sedang yang mereka sembunyikan ialah perasaan ucapan mereka diantara sesamanya: ‘ tidak sekali-kali Tuhan kita menciptakan suatu mahluk melainkan kami lebih alim dan lebih mulia daripada dia’, “ tetapi akhirnya mereka mengakui kelebihan pengetahuan Adam as.
Ibnu Jarir menuturkan dari Yunus, dari Ibnu Wahb, dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dalam kisah para malaikat dan Adam, bahwa Allah berfirman:” sebagaimana kalian tidak mengetahui nama-nama benda itu, demikian pula Aku sembunyikan dari kalian satu hal, bahwa Aku hendak menciptakan di bumi itu orang-orang yang durhaka kepada-Ku dan orang-orang yang taat kepada-Ku. Sebab, Allah telah menetapkan dalam firman-Nya,
لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
”sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia bersama-sama.”(QS. As-Sajdah:13). Sedangkan apa yang mereka sembunyikan ialah apa yang tersimpan di hati iblis ( yang pada asalnya juga dari malaikat), berupa niat jahat dan kesombongan. Dan cara ini berlaku dalam kebiasaan bahasa Arab. Sebagaimana tersebut dalam surat al-Hujurat ayat 4:” sesugguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu)_”. Padahal yang memanggil itu hanya salah seorang dari Bani Tamim.

taklim di al ihwan menjelang keberangkatan ke Makkah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Oktober 2011 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: