RSS

Tafsir Surah Al Baqarah 26

17 Okt

Perumpamaan dan Hikmahnya
Al-Baqarah :26-27

إِنَّ اللَّهَ لا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلا الْفَاسِقِينَ (26) الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (27)

Assaddi dalam tafsirnya meriwayatkan dari Abu Malik , dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, dari Marrah, dari Ibnu Mas’ud dan sejumlah sahabat, bahwa ketika Allah memberi perumpamaan dalam ayat 18,19,20 orang-orang munafik berkata,”Allah Maha Besar, tidak mungkin akan membuat perumpamaaan seperti itu”. Maka Allah menurunkan ayat 26 ini. Sedangkan menurut Qatadah, ketika Allah menyebut perumpamaan lalat dan laba-laba, tiba-tiba kaum musyrikin berkata: “untuk apakah Allah menyebut binatang serangga yang kecil-kecil itu? Maka Allah menurunkan ayat 26 ini. Sesungguhnya dalam perkara yang hak Allah tidak segan untuk menyebut apa saja, baik yang kecil maupun yang besar.
وقال أبو جعفر الرازي عن الربيع بن أنس في هذه الآية قال: هذا مثل ضربه الله للدنيا؛ إذالبعوضة تحيا ما جاعت، فإذا سمنت ماتت. وكذلك مثل هؤلاء القوم الذين ضرب لهم هذا المثل في القرآن، إذا امتلؤوا من الدنيا ريا أخذهم الله تعالى عند ذلك، ثم تلا :

Ar-Rabi bin Anas berkata,” ayat ini untuk menggambarkan dunia, sebab nyamuk itu akan tetap hidup selama ia lapar, tetapi jika kekenyangan ia akan mati. Demikain pula jika seseorang telah kekenyangan di dunia, maka hatinya akan mati, sehingga sukar untuk menerima nasehat dan tuntunan yang menuju akhirat, kemudian ia membaca surah al-an’am:
          •          
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
Tentang makna kalimat فَمَا فَوْقَهَا ini ada dua pendapat, pendapat pertama mengatakan, bahwa maksudnya:”lebih rendah atau lebih kecil”, sebagaimana sabda nabi saw,’

“لو أن الدنيا تزن عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا منها شربة ماء
andaikan dunia ini berharga senilai dengan sayap nyamuk pasti tidak diberikan kepada orang kafir walau hanya seteguk air.” HR. Mutafaq ‘alaihi
Pendapat kedua mengatakan, bahwa maknanya:” yang lebih besar”, sebagaimana sabda Nabi saw
ويؤيده ما رواه مسلم عن عائشة، رضي الله عنها: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “ما من مسلم يشاك شوكة فما فوقها إلا كتبت له بها درجة ومحيت عنه بها خطيئة”
“tiada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau yang lebih besar dari itu, melainkan di catat untuk satu derajat dan terhapus daripadanya satu dosa.(HR Muslim dari Aisyah r.a)
Dengan ayat ini Allah menegaskan, bahwa dia tidak segan untuk membuat perumpamaan dengan mahluk kecil seperti nyamuk, sebagaimana firman Allah membuat perumpamaan dengan lalat dan laba-laba di dalam firmann-Nya Qs. Hajj:73:
 ••                              
“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah.”
Dan dalam Qs. Al-Ankabut:41:
            •         
“perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. dan Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”
Qs. Ibrahim:24-27:
                  •        ••         •              •               
24. tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
25. pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
26. dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
Dalam tafsir depag dinyatakan bahwa:Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah. Termasuk dalam kalimat yang buruk ialah kalimat kufur, syirik, segala Perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik. Yang dimaksud ucapan-ucapan yang teguh di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.
Ibnu Kasir menceritakan dari para salaf:
قال بعض السلف: إذا سمعت المثل في القرآن فلم أفهمه بكيت على نفسي؛ لأن الله تعالى يقول: { وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلا الْعَالِمُونَ }
Sebagian ulama salaf berkata,” jika aku mebaca suatu perumpamaan dalam al-Qur’an, kemudian aku tidak bisa memahaminya, maka aku menangisi diriku sendiri, karena Allah berfirman al ankabut 41.
Imam Mujahid berkata:
وقال مجاهد قوله: { إِنَّ اللَّهَ لا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا } الأمثال صغيرها وكبيرها يؤمن بها المؤمنون ويعلمون أنها الحق من ربهم، ويهديهم الله بها
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ , maknanya:” mereka(orang mukmin) mengetahui dengan yakin bahwa semua perumpamaan itu benar dari Allah”, adapun orang-orang kafir, mereka berkata,”apa yang dikehendaki Allah dengan membuat perumpamaan itu?” hal itu sama dengan makna yang terkandung dalam firman-Nya surat al-Mudatsir ayat 31 yang artinya:” dan tiada kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi alkitab menjadi yakin dan supaya orang-orang yang diberi alkitab dan orang-orang muknmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan),’apa yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan? Demikainlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendakinya , dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.”
وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلا الْفَاسِقِينَ Maknanya,” orang fasik, yakni orang yang melanggar perintah:. Fasaqa berarti terlepas dari kulitnya, atau kulitnya terlepas dari isinya. Karena itu makna fasik meliputi kafir, munafik dan yang berbuat maksiat. Tikus itu disebut fuwaisiqah karena ia keluar dari lubangnya untuk merusak. Aisyah ra mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:
والفاسق في اللغة: هو الخارج عن الطاعة أيضًا. وتقول العرب: فسقت الرطبة: إذا خرجت من قشرتها ؛ ولهذا يقال للفأرة: فويسقة، لخروجها عن جُحْرها للفساد. وثبت في الصحيحين، عن عائشة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “خمس فواسق يُقتلن في الحل والحرم: الغراب، والحدأة، والعقرب، والفأرة، والكلب العقور”
“lima macam binatang perusak yang boleh dibunuh baik di daerah halal atau haram, yaitu gagak, elang, kalajengking, tikus dan anjing gila.(HR Bukhari-Muslim)
Sedangkan sifat –sifat orang fasik nyata-nyata berlawanan dengan sifat- sifat orang mukmin, sebagaimana ynag dijelaskan dalam surat ar-Ra’d. dalam ayat 20-22 dijelaskan tentang sifat orang mukmin.
                                         
20. (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,
21. dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
22. dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ Menyalahi janji Allah berarti melanggar perintah dan larangan Allah. Sebagian ulama berpendapat, bahwa ayat ini berkenaan denagn orang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang munafik, karaena Allah menyuruh mereka mengetahui wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, tetapi mereka malah memetangnya.
Sebagian yang lain mengatakan, bahwa ayat ini bersifat umum untuk semua orang kafir, musyrik dan munafik, karena mereka menyalahi janji untuk meng-Esakan Allah sebagaimana tercantum dalam ayat 172 al-A’raaf:” dan (ingatlah ) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman),’ bukanlah Aku ini Tuhanmu?’ mereka menjawab,’benar (Engkau Tuahn kami) kami menjadi saksi,. “ tapi setelah melihat dunia , mereka berbuat syirik. Hal itu juga berarti menyalahi makna yang ada dalam firman_nya:” dan penuhilah janji kalian kepadaKu, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepda kalian.”(QS al-Baqarah:40)
Thabary dalam tafsirnya meriwayatkan:
وقال أبو جعفر الرازي، عن الربيع بن أنس، عن أبي العالية، في قوله: { الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ } إلى قوله: { الْخَاسِرُونَ } قال: هي ست خصال من المنافقين إذا كانت فيهم الظَّهْرَة على الناس أظهروا هذه الخصال: إذا حدثوا كذبوا، وإذا وعدوا أخلفوا، وإذا اؤتمنوا خانوا، ونقضوا عهد الله من بعد ميثاقه، وقطعوا ما أمر الله به أن يوصل، وأفسدوا في الأرض، وإذا كانت الظَّهْرَةُ عليهم أظهروا الخصال الثلاث: إذا حدثوا كذبوا، وإذا وعدوا أخلفوا، وإذا اؤتمنوا خانوا.
“Abul Aliyah mengatakan, bahwa ada enam sifat orang munafik, yang jika merasa kuat dan menang, maka mereka akan menampakkan keenam sifat itu, yakni: jika berkata dusta, jika berjanji ingkar, jika dipercaya(diamanati) berkhianat, menyalahi janji (kewajiban) terhadap Allah, memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk dihubungkan , dan menimbulkan kerusakan di muka bumi.”

أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ , maknanya : mereka itulah orng-orang yang merugi:, sebab mestinya ia mendapat rahmat Allah di hari kiamat, jika ia taat. Namun karena ia berbuat maksiat, maka rahmat yang seharusnya ia terima itu menjadi berkurang, sehingga rugi. Padahal saat itu yang paling mereka perlukan adalah rahmat Allah. Wallahu a’lam bi al showab.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Oktober 2011 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: