RSS

Kisah Nabi Musa dan Fir’aun (al Baqoroh 49-50)

29 Feb

Tafsir al-Baqarah ayat 49-50
Kisah Nabi Musa dengan Raja Fir’aun
                              
Dalam tafsir DEPAG di jelaskan, Waktu Nabi Musa a.s. membawa Bani Israil ke luar dari negeri Mesir menuju Palestina dan dikejar oleh Fir’aun, mereka harus melalui laut merah sebelah Utara. Maka Tuhan memerintahkan kepada Musa memukul laut itu dengan tongkatnya. perintah itu dilaksanakan oleh Musa hingga belahlah laut itu dan terbentanglah jalan raya ditengah-tengahnya dan Musa melalui jalan itu sampai selamatlah ia dan kaumnya ke seberang. sedang Fir’aun dan pengikut-pengikutnya melalui jalan itu pula, tetapi di waktu mereka berada di tengah-tengah laut, Kembalilah laut itu sebagaimana biasa, lalu tenggelamlah mereka.
Ibnu Kasir menjelaskan, Dalam ayat ini Allah mengingatkan Bani Israil supaya tidak melupakan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada mereka, yakni ketika Allah menyelamatkan mereka dari kekejaman Fira’un.
Pada mulanya Fir’aun bermimpi melihat api yang keluar dari Baitul Maqdis dan masuk ke setiap rumah orang Qibthi, sementara rumah orang –orang Bani Israil selamat tidak dimasuki api itu. Menurut ahli nujum, hal itu merupakan pertanda, bahwa kekuasaannya akan jatuh di tangan seorang Bani Israil. Dan mimpi itu terjadi setelah Firaun mendapat berita, bahwa orang-orang Bani Israil sedang menantikan lahirnya seseorang di tengah-tengah mereka yang kelak akan memimpin dan mengentaskan penderiataan mereka. Demikian yang disebutkan dalam hadis al-Futun.
Inilah makna firman-Nya    (mereka menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih.)
fir’aun adalah gelar bagi setiap raja kafir yang berkuasa di Mesir keturunan bangsa Amaliq. Seperti halnya kaisar, yang merupakan gelar raja Rum dan Syam, Kisra gelar raja Persia, Tubba’ gelar raja Yaman, Najasyi gelar raja Habasyah (Ethiopia), dan Batalimus gelar raja India.
Fir’aun yang berkuasa di masa Nabi Musa as ialah al-Walid bin Mush’ab bin Arrayan, keturunan Sam bin Nuh, dan panggilannya Abu Murrah berasal dari Parsi.
Ibnu Jarir mengartikan    sebagai “nikmat yang besar dari Tuhanmu”. Demikian pula pendapat Mujahid, Abul Aliyah, Abu Malik, dan as-Saddi. Sebab, asal arti bala’ adalah ujian, dan yang namanya ujian adakalanya berupa kebaikan dan terkadang berupa keburukan, sebagaimana firman Allah al Anbiya’:25
            
tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.
Dan al-A’raf :168
                
Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
  (sedang kalian sendiri menyaksikan) maksdunya:” supaya lebih memuaskan hati kalian dan jelas penghinaan terhadap musuh kalian”.
Ibnu Abbas ra mengatakan, bahwa ketika Rasulullah saw tiba di Madinah, beliau saw melihat orang-orang Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura, maka Nabi saw bertanya kepada mereka,”hari apakah sekarang yang kalian berpuasa ini?”jawab mereka,”ini hari baik, Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Musa as lalu berpuasa.”Rasulullah saw bersabda,” aku lebih layak mengikuti jejak Musa daripada kalian.” Lalu Nabi saw berpuasa dan meganjurkan sahabat supaya berpuasa pada hari itu.” (HR Bukhari, Muslim, Nasai dan Ibnu Majah).
Amr bin Maimun mengatakan, bahwa ketika Nabi Musa as berangkat bersama Bani Israil dan berita itu samapai kepada Fira’un, ia berkata,”jangan kalian kejar mereka, hingga ayam berkokok di pagi hari.” Tiba-tiba di malam itu tidak ada ayam yang berkokok hingga pagi hari, maka Fira’un minta disembelihkan kambing dan berkata,” aku tidak akan memakan hati kambing ini sebelum terkumpul 600.000 tentara Qibthi.” Setelah tentara Qibthi berkumpul, mereka langsung berangkat untuk mengejar Musa dan Bani Israil dengan tujuan untuk memusnahkan mereka.
Adapun Nabi Musa as ketika membawa kaumnya dan sampai di tepi laut, maka Yusya bin Nun bertanya kepada Musa,” ke mana anda diperintah oleh Tuhanmu?” jawab Musa,” terus ke depan.”sambil menunjuk arah laut,maka Yusya tanpa ragu masuk dengan kudanya ke laut sehingga hamper tenggelam. Lalu ia kembali dan bertanya,”kemana Tuhanmy menyuruhmu?” jawab Musa,”Demi Allah aku tidak berdusta dan dia tidak akan berdusta.”ucapan itu di ulanngya tiga kali, kemudian Allah mewahyukan kepada Musa,”Pukulkan tongkatmu ke laut”Lalu tongkat itu dipukulkan terbelahlah laut, sehingga di tengahnya kering sedangkan air di kanan kirinya kering. Musa dan kaumnya berjalan menyebrang. Fir’aun dan tentarnya terus mengejar mreka, tetapi ketika fir’aun dan bala tentanya berada di tengah-tengah laut, air yang semula terbelah itu menutup kembali, fir’aun dan bala tentanya tenggelam di telan laut, peristiwa ini terjadi pada bulan Asyura.
Kesimpulan:
1. Allah selalu memerintahkan kepada semua hambanya untuk mengigat nikmat yang telah di anugrahkan kepada kita.
2. Kekejaman yang dilakukan oleh fir’aun adalah sebagai symbol penguasa dhalim ,musrik , dan tidak mau mengakui kebenaran wahyu.
3. Semua Rasul akan mengerjakan semua perintah Allah, seperti nabi Musa yang di bombing dalam semua urusannya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Februari 2012 in Tafsir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: