RSS

hukum Hadis “menuntut ilmu sampai Cina”

14 Feb

Apakah ustad bisa menjelaskan status dan hukum hadis tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.

Sekian. Jazakallah atas jawabannya.

Wassalam
Heru

JAWABAN:
Waalaikumussalam Wr Wb

Hadis dengan matan : Utlubul ilma walau bissiin (Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina) merupakan salah satu hadis yang sangat populer, bukan hanya di tanah air, di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya hadis ini juga cukup populer.
Popularita hadis di atas, menimbulkan banyak pertanyaan. Pertama, adakah hadis ini benar dikatakan oleh Rasulullah saw ? Apakah baginda mengenal atau mengetahui negeri Cina ?. Lantas kenapa negeri Cina yang menjadi pilihan, bukan Mesir yang relatif lebih dekat, atau India yang mempunyai kebudayaan hampir sama tinggi.

Kajian Sanad Hadis
Hadis di atas sebagaimana dikatakan juga oleh al-Sakhawi dalam al-Maqasid al-hasanah (hn. 125) diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Rihlah fi Talab al-Hadist, Ibn Abd al-Barr dalam Jami’ al-‘Ilm dan al-Daylami dalm Musnad al-Firdaws, semuanya melalui Abi ‘Atikah Tarif ibn Salman. Ibn Abd al-Barr juga meriwayatkannya melalui Ubayd ibn Muhammad dari Ibn ‘Uyaynah dari al-Zuhri, (Abi ‘Atikah dan al-Zuhri) dari Anas ibn Malik dari Rasulullah saw. dengan lafaz di atas ditambah dengan kalimat: fainna talaba al-‘ilm faridhat ‘ala kulli muslim (dan sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib ke atas setiap orang muslim).

Kritik Matan
Matan hadis ini banyak dipertanyakan dan diragukan orang dengan mempertanyakan, benarkah nabi Muhammad saw mengetahui adanya negeri bernama Cina ?.
Hemat penulis, pertanyaan itu tidak perlu muncul karena kemungkinan nabi saw mengetahuinya adalah sangat besar. Pertama, dari sudut sejarah, baginda adalah pedagang antar bangsa, beliau waktu usia muda pernah dua kali minimal pergi ke Syam sebagai kota perdagangan. Di kota itu sudah ada kebudayaan Romawi dan tentu saja sudah berinteraksi dengan budaya lain. Jadi tidak mustahi dalam perjalanan itu baginda mendengar tentang pradaban negeri Cina yang sudah tinggi.
Kedua, Apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw, tidaklah berhenti pada pengetahuan beliau saja, tapi ada unsur wahyu Allah yang berperan. Jika kemungkinan ini diambil, dan hal ini sangatlah mungkin, maka unsur kejanggalan matan hadis ini tidak ada muncul lagi.

Hikmah di balik negeri Cina
Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kata negeri Cina di sini. Pertama, negeri atau kekaisairan yang populer di kalangan awam pada saat itu adalah Romawi dan Kisra. Jarak kekuasaan kedua kekaisaran ini tidaklah terlalu jauh dari dunia Islam. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menuliskan surat untuk mereka dan kerajaan dan kekaisaran lain. Wal hasil, nabi ingin memberitakan kepada Ummat Islam bahwa ada negeri lain yang juga sudah memiliki peradaban yang maju.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Februari 2013 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: